Bukan Sembarang Hotel

 

img_8791

Menyusuri jalan-jalan kecil di Paris, selalu ada sejarah di balik kehiruk-pikukannya.  Di distrik 9 yang berada di pusat kota Paris, salah satu distrik yang tak luput dari kunjungan para wisatawan dari berbagai mancanegara ataupun domestik. Juga tempat berbagai perkantoran berada. Rue Drouot, sebauh jalan kecil yang istimewa.

Menyusuri jalan kecil ini yang dibangun pada tahun 1704 ini, tampak toko-toko kecil. Toko-toko yang menjual berbagai barang antik. Dari barang perabotan, lukisan, uang kuno hingga filateli. Surga bagi pecinta filateli. Karena di jalan inilah cikal bakal terjadinya lelang filateli yang terjadi pada awal abad ke 19. Octave Roumet adalah pedagang perangko yang mengawali terjadinya transaksi dengan cara lelang. Tidaklah mengherankan jika harga dari set perangko yang dijual cukup mahal. Dari yang paling murah 30 euro hingga ribuan euro….!!

img_8788

Di sini juga terdapat sebuah bangunan yang cukup modern, Hotel Drouot. Hotel Drouot bukanlah sembarang hotel. Hotel yang dibangun kembali pada tahun 1976-1980, merupakan pusat balai lelang sejak tahun 1852. Paris pada saat itu menjadi pasar lelang barang-barang seni terbesar di dunia. Hotel Drouot merupakan pusat lelang terbesar di Paris.

drouot-10

Memasuki gedung ini, tidak tampak sama sekali bahwa gedung ini adalah bangunan tahun 1800-an. Semua tampak modern. Ada restaurant yang cozy, juga di tempat penerima tamu tampak rangkaian bunga segar. Di dinding dekat security, tampak pula layar lebar yang menmapilkan berbagai jadwal lelang.

img_8746

Bangunan ini yang cukup luas ini, terdapat 16 ruangan lelang. Keunikan dari pusat lelang ini adalah sebelum barang-barang tersebut dilelang, barang-barang yang akan dilelang akan dipamerkan terlebih dahulu. Barang-barang yang dilelang, dari perhiasan, perabotan, hingga medali-medali dari pejuang…., juga barang-barang dari orang-orang terkenal.

drouot-1

Semua orang bisa hadir di acara lelang ini. Walaupun kebanyakan yang hadir adalah para pedagang barang antik.

Sebelum ruangan dibuka, tampak pembeli sudah antri di depan pintu ruangan. Saya sempat mengikuti acara lelang ini di berbagai salle (ruangan) yang sedang melakukan pelelangan. Di depan podium, tampak juru lelang dibantu dengan asistennya yang mencatat barang yang akan dijual dan sudah terjual. Di sisi kiri, tampak pula 2 orang dengan computernya dan telpon genggamnya, ternyata mereka adalah pialang. Juga di depan, tampak sebuah TV yang mencantumkan jenis barang yang dijual, harga minimum dan maks harga yang ditawarkan juga track kenaikan barang yang sedang dilelang.  Saya sempat dibuat kagum melihat barang yang laku. Dan tidak semua barang yang dilelang ditawarkan atau laku dengan harga tinggi, bisa jadi laku dengan harga murah dengan nilai barang yang sebenarnya cukup tinggi. Proses lelang itu sendiri setiap barang berjalan dengan cepat. Seru…. Harga lelang tertinggi terjadi pada tahun 2012, sebuah album imperial dari dinasti Ming dengan harga 7.800.000 euro….!!!

img_8761

Ke luar dari Hotel Drouot, ada kepuasan yang saya rasakan. Rasa penasaran akan proses lelang terjawab sudah. Dan lain kali, saya akan kembali lagi ke sini untuk menjadi salah satu dari para pembeli barang yang dilelang. Siapa tahu dapat barang bagus dengan harga murah….? Siapa saja boleh khan mengkhayal…. Tapi, yang jelas, saya puas dengan kunjungan saya kali ini, selain rasa penasaran yang sudah terjawab, juga sebuah pengalaman dan sebuah pelajaran baru yang saya dapatkan.

Mau jadi pialang? datanglah ke Hotel Drouot……