Bau-bauan

Hari Selasa adalah hari bersih-bersih, walopun sebenarnya malas buat ngerja’innya, berhubung rumah saya udah seperti kapal Titanic yang nyaris karam, dengan berat hati, peralatan perang beberes saya siapkan.

Seperti biasa, kamar mandi adalah ruangan pertama yang kerjakan, dari pengharum WC, sampai klorok saya gunakan. Di saat klorok sedang bekerja, tiba-tiba Hugo, anak lanang ke-2 saya masuk, “Mama, saya mau pipis.” Acara segera saya hentikan, dan saya ke luar, istrirahat sebentar sambil mendengarkan U2. Selesai pipis, Hugo ke luar dengan menutup hidungnya.

“Mama, kamar mandinya bau.”

“Bau? Bau apa’an, itu khan masih mama kasih produk untuk bersih’in WC.”

“Iya, mama, bau. Bau lebus….”

Wuakakakakaka, saya langsung ketawa ngakak. Karena dia tidak tahu untuk mengatakan bau yang menyengat dari klorok, yang teringat hanya kata-kata bau lebus yang sering saya lontarkan pada saat dia berkeringat.

Montmorency, 24112011

Salam,

Helene Koloway