Berapa Lama Kesewenang-wenangan Akan Bertahan…..

Tahun 2007, adalah kemenangan presiden Perancis pada saat itu, kemenangan yang dipilih atas pilihan rakyatnya. Begitu banyak janji yang dihamburkan pada saat kampanye, dan rakyat Perancis dengan antusias menunggu realisasi janji-janjinya. Tapi….janji tinggallah janji, dia melupakan apa yang pernah dia utarakan, khususnya terhadap para pekerja bangunan.

Di saat kepemimpinannya, dia meninggalkan para pekerja bangunan, yang telah bersatu memberikan suaranya, dia melupakan kemenangannya karena suara-suara orang kecil. Dia malah merangkul mereka-mereka yang berduit. Komunikasi dari mereka-mereka yang memilih dia tidak pernah didengarkan. Caci maki, olok-olok terlontar di setiap saat atas kepemimpinannya.

Tahun 2012, jatuhnya kepemimpinan sang presiden. Turun tahta, bukan dengan meninggalkan gading yang indah, tapi kejatuhan dengan lemparan umpatan…..

Tahun 2007 pula, saya mengenal sebuah “negara” yang bernama Multiply, di tengah kesendirian saya yang hidup di negara antah berantah. Kenyamanan saya rasakan di negara Multiply ini, tidak ada janji yang diberikan oleh “sang presiden,” bukan janji, tapi berbagai fasilitas diberikan kepada rakyatnya. Disinilah saya bertemu teman-teman baru, tetangga, yang berakhir menjadi saudara…..Semua berjalan indah, dengan silahturahmi yang berjalan.

Hingga sebuah negara baru muncul, memberikan kemudah-mudahan yang ada. Satu-persatu tetangga, teman saya pindah ke sana. Menemukan sahabat-sahabat lamanya….Sedih….tentu saja, saya kehilangan teman dan sahabat….Tapi, di tengah kepindahan teman dan sahabat saya, kembali saya menemukan teman, dan sahabat baru. Dunia Multiply yang mulai sepi saya merasakan keramaian, keakraban, bahkan kekeluargaan yang semakin erat.

6 Agustus 2012, saya mendengarkan kabar, bahwa sang presiden baru akan menutup fitur-fitur yang ada untuk para blogger tanpa pernah mau mendengarkan suara blogger. Berita yang membuat saya sedih….membuat teman-teman saya marah dan kecewa karenanya. Para petinggi Multiply lupa, bahwa mereka besar oleh para blogger Multiply. Mereka bisa menjaring para online seller, karena keberadaan blogger. Mereka lupa itu….Mereka lupa, bahwa materi bukan segalanya. Dan mereka lupa, bahwa kekuasaan yang hanya mengatas namakan UANG tidak akan bertahan lama. Dan mereka lupa akan kekuatan suara blogger…..

Selamat tinggal Multiply…..