Catacombes, Perjalanan Akhir Sebuah Kehidupan

img_9255

Bagitu banyak ikon-ikon sejarah yang bisa dikunjungi di Paris. Salah satunya adalah Catacombes de Paris. Catacombes de Paris adalah kuburan bawah tanah.

Udara dingin musim gugur di bulan November menyapa kota Paris. Jarum jam belum juga menunjukkan pukul 10 pagi, tapi antrian sudah tampak memanjang di depan loket Catacombes yang berada di 1 avenue du Colonial Henry Rol-Tanguy, 75014 Paris. Saya beruntung kali ini, saya tidak perlu menunggu lama, begitu loket dibuka, saya bisa segera masuk ke museum yang banyak dikunjungi oleh wisatawan manca negara.

Setelah membeli tiket masuk, sayapun menuruni anak tangga yang terjal yang jumlahnya kurang lebih 130 yang tidak terlalu lebar ini, tidaklah mengherankan jika bagi penyandang disability tidak bisa mengunjungi museum ini. Juga karena tidak adanya lift di catacombes ini.

img_9233

Setelah menuruni anak tangga, pengunjung akan mendapatkan ruangan yang menceritakan sejarah dari catacombes ini. Catacombes berada di kedalaman 20 meter dari permukaan. Menjejakkan kaki di lorong ini, pengunjung di bawa ke masa silam 45 juta tahun yang lalu berdasarkan  geologik Letutian.

img_9248

Memasuki lorong Catacombes yang dingin dengan suhu 14 derajat Celcius, tampak goresan pembangunan tahun di dinding, juga nama sebuah jalan, avenue de montsouris. Nama jalan tersebut merupakan nama jalan yang berada di atas terowongan ini. Catacombes ini sendiri menjadi pemakaman sejak akhir abad ke 18. Sebelum menjadi pemakaman, pada abad ke 15, merupakan bagian dari pertambangan batu untuk pembangunan kota Paris sepanjang 300 km.

Sejarah Catacombes berawal dari pemakaman Innoncents yang berada di daerah Les Halles yang digunakan selama 10 abad sudah tidak memadai lagi,  ditutup pada tahun 1780. Pada tgl 4 April 1777, departement pertambangan memutuskan untuk menggunakan bekas pertambangan batu yang sudah tidak terpakai lagi menjadi pemakaman.

img_9252

“Arrete. C’set ici l’empire de la mort,” (Stop. Di sinilah kerajaan dari kematian), di sinilah langkah awal dari sejarah kematian jutaan warga Paris. Di “ruang-ruang” inilah tulang-tulang pertama diletakkan pada tahun 1810 diprakarsai oleh Hericart de Thury, Inspektur Jendral Pertambangan. Tampak tulang-tulang juga tengkorak manusia yang tersusun dengan rapi bagaikan dinding terowongan. Dinding-dinding tulang-tulang ini dinamakan hagues. Sebanyak 6 juta jasad warga Paris berada di Catacombes ini yang panjangnya hanya 2 km ini. Tidaklah mengherankan, dibalik tulang-tulang tengkorak yang tersusun rapi, tampak pula beberapa sudut tumpukan tulang-tulang yang menumpuk begitu saja….

 

img_9266

Di beberapa sudutnya tampak pula hiasan pilar-pilar dengan beberapa quote-quote yang digoreskan. Menggambarkan dari refleksi akan kehidupan, respek, meditasi juga ketakutan. Selain itu, disebutkan pula asal kerangka-kerangka tersebut dari kuburan mana berasal. Seperti pemakaman asal dari tentara Revolusi Perancis pada tanggal 28 April 1789.

img_9298

Di tengah-tengah area yang disebut dengan tibia rotunda atau Crypt of Passion terdapat sebuah pilar yang tertutup oleh kerangka-kerangka juga tengkorak-tengkorak yang disusun menyerupai tong. Di sini pula pada tanggal 2 April 1897, diadakan konser malam hari. Konser yang diadakan untuk mendengarkan karya-karya Chopin Funeral March dan Danse Macabre-nya Camille Saint-Saens. Konser yang diadakan pada saat tengah malam hingga pukul 2 dini hari. Membayangkan konser tersebut di tahun 1800-an membuat saya “kagum” akan jiwa “seni” dan “kreativitas” warga Paris….!!

img_9270

Catacombes bukanlah tempat yang menakutkan untuk dikunjungi. Walaupun sebuah pemakaman, semua terawat dengan bersih, tidak ada bau yang menganggu bagi pengunjung. Sekalipun tidak ada peziarah yang meninggalkan bunga di sana, tapi respek akan kehidupan mereka yang telah mati sangat tampak sekali.

Meniti kembali anak tangga yang berjumlah 88 meninggalkan Catacombes, ada satu pelajaran lagi yang saya dapatkan, kota Paris yang gemerlap akan cahaya telah mempunyai masalah permakaman sejak abad ke 18…. Sayapun berpikiran bahwa satu hari raga saya akan seperti tulang-tulang yang ada di Catacombes ini, tapi satu yang membedakan adalah apa yang telah kita perbuat selama hidup kita….!!