Desember Yang Istimewa

IMG_0165

Udara dingin di bulan Desember terasa tajam menyentuh kulit. Musim dingin sudah terasa di bulan penghujung tahun. Toko-toko sudah mulai menggeliat dengan berbagai pernak-perniknya juga menghias pohon cemara menyambut hari Natal. Ya…..suasana Natal sangat terasa di bumi Biru ini. Orang-orang mulai disibukkan dengan berbelanja mencari kado untuk orang-orang tercinta. Anak-anakpun mulai sibuk membuat daftar kado dengan menggunting gambar-gambar dari majalah yang dikirimkan ke alamat rumah. Ataupun beberapa keluarga mulai sibuk berbelanja makanan untuk mempersiapkan menu istimewa di malam Natal nanti. Atau yang dikenal dungeon malam reveillon, sebuah acara santap malam yang panjang tanggal 24 Desember hingga lewat tengah malam tanggal awal tanggal 25 Desember, dimana Santa Claus datang membagikan kado.

Seperti biasa, saya memasuki supermarket tempat saya berbelanja mingguan. Tampak bapak-bapak dan ibu-ibu yang sudah berusia dengan menggenakan hem putih dan celana berwarna khaki memberikan tas plastik kepada para pengunjung supermarket. Tampak beberapa orang menolak, tapi tidak sedikit pula yang menerima tas plastik tersebut. Ya…bapak-bapak dan ibu-ibu-ibu tersebut adalah pekerja sukarela dari asosiasi kemanusiaan yang bernama “Resto du Couer.” Sebuah asosiasi dimana, mereka mengumpulkan sumbangan berupa makanan dari para pengunjung berbagai supermarket. Dari sumbangan makanan tersebut, mereka akan membantu orang-orang tidak mampu seperti orang-orang jalanan yang tidak mempunyai tempat tinggal dengan memberi makanan. Ataupun mereka, membagikan voucher kepada keluarga-keluarga tidak mampu untuk membeli makanan dengan harga yang benar-benar sangat murah.

Makanan atau barang apa sajakah yang mereka terima? Asosiasi ini, menerima makanan-makanan kaleng, minyak, susu, pasta, diapers untuk bayi, juga makanan bayi. Ya…makanan bayi…,sayangnya tidak banyak yang memberikan sumbangan berupa makanan bayi ini. Padahal begitu banyak bayi-bayi yang sangat membutuhkan nutrisi lebih di saat musim dingin.

Asosiasi seperti ini, sangat banyak sekali di Perancis ini. Dan mereka akan tampak gencar sekali mencari sumbangan pada bulan-bulan Desember atau di saat-saat memasuki musim dingin. Sebuah kegiatan kemanusiaan yang seringkali membuat saya juga sebagaian besar penduduk Perancis ikut andil di dalamnya, walaupun itu hanya memberikan sedikit sumbangan berupa makanan kaleng.

Para sukarelawan ini, di malam hari, mereka akan blusukan ke hutan-hutan yang banyak di kota Paris ini, dengan membagikan makanan hangat, ataupun memasak di tempat penampungan orang-orang yang tidak mempunyai domisili tetap. Ataupun menyusuri jalan-jalan di Paris dan sekitarnya, memberikan bantuan selimut, ataupun (sekali lagi) makanan dan minuman hangat kepada orang-orang jalanan.

Semenjak saya menikah 17 tahun yang lalu, baru 2 kali saya pulang kampung merayakan dengan keluarga di Indonesia. Pulang kampung untuk merayakan hari Natal dengan ibu dan keluarga adalah sebuah ritual yang hanya bisa saya lakukan 2 tahun sekali. Dan mudah-mudahan saya akan selalu bisa pulang kampung setiap 2 tahun sekali, amin….

Ada satu kerinduan merayakan Natal dengan keluarga di Indonesia. Kenangan indah di saat masa kecil saya dengan memakai baju baru, ke gereja bersama orang tua saya, dan mendapatkan kado dari sekolah Minggu, tempat saya belajar/beribadah untuk anak-anak hingga remaja. Dan ibu saya memasak nasi kuning dan membagi-bagikan kepada kerabat terdekat. Sebuah kenangan indah, yang tinggal kenangan. Walaupun ibu saya tidak lagi memasak nasi kuning, tapi saya sangat bersyukur karena ritual yang utama dan sangat saya rindukan adalah ke gereja, berdoa, mendengarkan khotbah pendeta dengan bahasa Indonesia, sekaligus menyanyikan kidung-kidung pujian untuk kelahiran Yesus. Suasana Natal sesungguhnya yang sangat saya rindukan. Tak terasa air mata saya menetes, pada saat saya menyanyikan kidung pujian Natal. Suasana Natal yang syahdu, tidak ada kado-kado Natal ataupun makanan mewah yang berlimpah ruah seperti di Perancis, tapi ada keharuan yang dalam merayakan hari kelahiran Yesus.

Bulan Desember dan Natal sudah lewat…. Tumpukan kardus-kardus kado masih tampak di beberapa jalan. Hiasan lampu jalan sudah mulai hilang, hanya dingin dan mendung yang masih lekat tersisa. Tapi…., kehangatan Natal dan bulan Desember masih terasa. Para sukarelawan dari berbagai asosiasi kemanusiaan masih terus turun ke jalan, membagikan makanan kepada orang-orang jalanan. Berbagilah kasih dan kebaikan, walaupun bulan Desember yang istimewa telah lewat. Karena cinta dan kasih tidak pernah melihat hari dan bulan…..

Selamat Tahun Baru 2015, semoga tahun ini, kita menjadi manusia-manusia yang lebih baik dari pada tahun lalu….

 

Montmorency, 3 Jan 2015