Ekowisata Dengan Keramahannya

img_8607

Tepat pukul 12:45 pak Nurdin pemilik Baloeran Ecolodge menjemput saya dan keluarga di sebuat hotel di Banyuwangi. Dengan keramahannya, beliau membantu saya sekeluarga menaikkan koper-koper kecil kami ke mobilnya.

Perjalanan 30 menit menuju desa Wonorejo. Baloeran Ecolodge berada di desa Wonorejo tepat di sebelah pintu masuk Taman Nasional Baluran. Menuju ke Baloeran Ecolodge, kami melewati perkampungan yang tampak bersih. Tampak pula beberapa hostel di kampung ini.

Memasuki Baloeran Ecolodge, saya seperti masuk ke rumah sendiri. Tidak tampak seperti memasuki sebuah sebuah resort. Resort yang halamannya tampak rimbun dengan berbagai pohon tampak sangat asri dan terawat. Saya sekeluarga disambut oleh mbak May istri Pak Nurdin.

Bangunan resort ini, sangat homey. Di ruang penerima tamu sekaligus lobby resort ini dengan dinding batu bata tanpa dipoles dengan semen atau dikapur, unik, dengan meja dan kursi bergaya tradisional. Kamar tidur dengan kamar mandi tampak semua terjaga kebersihannya. Kamar tidur yang ditempati oleh ke-2 anak saya yang berada di bagian belakang dari rumah induk, tampak adem dengan pepohonan yang tumbuh di halaman belakang. Bagi tamu yang ingin menikmati semilir angin, bisa tiduran di hammak yang berada di halaman belakang resort ini.

Pak Nurdin dan mbak May, pemilik resort ini, benar-benar pemerhati ekowisata. Dalam mengelola resort ini, mereka berdua melibatkan penduduk kampung setempat. Dari bagian perawatan halaman, bagian bersih kamar, hingga urusan dapur. Tidaklah mengherankan, selama 5 hari tinggal di resort ini, saya sekeluarga disuguhi makanan kampung yang lezat. Bahkan hingga saat ini, saya ketagihan dengan onde-onde yang dibuat oleh warga setempat.

Menginap di Baloeran Ecolodge benar-benar seperti di rumah sendiri, mbak May sangat memperhatikan keinginan para tamunya. Khususnya untuk urusan makanan. Beliau selalu menanyakan makanan apa yang diinginkan oleh para tamunya. Dan saya yakin, bukanlah hal yang mudah dengan berbagai keingian jenis makanan yang diinginkan oleh para tamunya. Masih teringat akan kelezatan kepiting yang dimasak dengan santan yang kental.

Selama menginap di Baloeran Ecolodge, saya mengambil paket yang ditawarkan oleh pak Nurdin. Paket yang saya ambil adalah mengunjungi Taman Nasional Baluran (pada saat matahari terbit dan terbenam), mengunjungi Kawah Ijen, Kampoeng Wisata Kawitan di Banyuwangi, dan mengunjungi Pulau Tabuhan.

Saya beruntung bahwa Pak Nurdinlah yang menjadi guide selama mengunjungi tempat-tempat wisata yang ditawarkan. Begitu banyak informasi yang diberikan oleh Pak Nurdin selama mengunjungi tempat-tempat wisata tersebut. Saya dan suami dibuat kagum dengan pengetahuan pak Nurdin yang begitu detail tentang Taman Nasional Baluran. Kecintaan akan Baluran tampak betul dalam jiwa beliau. Sepertinya beliau hafal betul sudut-sudut yang tak bersudut dari Taman Nasional Baluran ini.

Baloeran Ecolodge yang dikelola dengan management keluarga yang sangat profesional. Baik pelayanannya ataupun ketepatan waktu. Menginap di resort ini, memang tidaklah murah, layaknya sebuah resort.  Tapi, apa yang kami bayarkan sesuai dengan pelayanan, keindahan, juga konsep yang diusung. Kepuasan akan service pun kenyamanan, kedekatan saya sekeluarga dengan Pak Nurdin, mbak May dan putra-putrinya adalah salah satu keistimewaan dari resort ini.

Saya dan keluarga berharap untuk bisa kembali ke Baloeran Ecolodge kembali satu hari nanti.