Gerbang Menuju Sahara, Ait Benhaddou

IMG_0181

Melanjutkan tulisan saya tentang Marakech, di hari ke-2 di Maroko, tujuan kami adalah menuju Ourzazate.

Malam sebelum keberangkatan, saya memberitahukan kepada ibu-ibu peserta trip bahwa bus penjemputan akan berada di lobby hotel jam 07:00 pagi. Dan makan pagi, jam 06:00 pagi.

Hari keberangkatan, 10 menit menjelang jam 6 pagi, saya sudah turun dari kamar menuju restaurant. Ternyata belum ada pegawai resto, walaupun tampak beberapa makanan pagi sudah disiapkan. Sayapun ke resepsionist, memeberitahukan bahwa tidak ada pegawai resto. Jam 6 lewat, mulai tampak ibu-ibu turun ke resto, dan pegawai bagian restopun sudah mulai tampak, memberikan pelayanan.

Saya hanya minum teh dan makan buah-buahan kembali ke kamar, menyiapkan tas dan keperluan selama di Ourzazate. Jam 06:45, beberapa ibu sudah selesai sarapan, dan menunggu di lobby hotel. Tiba-tiba, 4 orang ibu-ibu yang turun dengan wajah panik, mereka baru terlambat bangun….!! Mereka bangun setelah bendahara mengabsen para anggota, dan mendapatkan 4 orang anggota yang tidak tampak waktu sarapan, dan sang bendaharalah yang mengetuk pintu satu per satu anggota yang terlambat tersebut.

Bahkan saking yang ada paniknya, sampai tidak sempat menyisir rambut, dan ada yang kebingungan antara melihat para ibu-ibu yang sudah siap dan “nyawa” yang belum terkumpul dari mimpi. Sayapun memberitahukan kepada ibu-ibu yang terlambat untuk mengisi perut sedikit. Sambil menunggu ibu-ibu yang lain terkumpul, kehebohan lain terjadi. Telepon saya berdering, dari sang bendahara. Suara sedikit panik terdengar di seberang telepon. Sang bendahara terkunci di kamar mandi lobby hotel….!! Ya ampun….., sayapun memberitahukan pihak hotel. Kepanikan mulai menjalar ke anggota trip, karena tukang yang dipanggil belum datang, sedangkan mobil jemputan sudah menunggu. Sambil menunggu si tukang kunci, saya mencoba menenangkan teman saya tersebut. Tiba-tiba, salah satu anggota rombongan datang dengan pisau di tangan. Voila…, Mrs. Mc Gayver berhasil membuka pintu toilet.

Pelajaran dari kejadian tersebut, kalau ke kamar mandi, bawa ponsel. Karena kejadian naas terkunci di toilet bisa terjadi kepada siapa saja dan di mana saja…:)

2 bus membawa rombongan 22 ibu-ibu menuju ke Ourzazate. Sedikit “ketegangan” terjadi, antara yang mau duduk di depan ataupun yang tidak mau terpisah dengan teman dekatnya. Urusan duduk dan pertemanan beres, berangkatlah 2 bus meluncur ke Ourzazate.

IMG_0133

Udara kota Marrakech terasa sejuk, jalanan masih lenggang, hangat matahari dengan semburat warna merah muncul di cakrawala, indah. Ke luar dari kota Marrakech, perjalanan lancar….

IMG_0332

Ourzazate adalah sinonim dari pintu gerbang sahara, berada di ketinggian 1.160 Gunung Atlas, yang berada di Selatan Maroko. Menuju ke Ourzazate kami harus melintasi jalan pegunungan yang berkelok-kelok. Pemandangan yang indah dengan beberapa bagian gunung Atlas tertutup sisa-sisa salju musim dingin.

“Kehebohan” muncul kembali, karena jalan yang berkelok-kelok membuat banyak anggota trip mabok….!! Bahkan salah satu ibu yang duduk di sebelah saya, mabok sepanjang perjalanan dari berangkat hingga pulang. Berbagai obat anti mabok ditawarkan kepada anggota yang mabok, susunan dudukpun berubah.

IMG_0313

Setelah melakukan perjalanan hampir 4 jam, kamipun berhenti di sebuah resto untuk beristirahat dan ke toilet yang berada di pusat kota Ourzazate, Kasbahs. Kamipun melonjorkan kaki, menikmati teh mint yang menjadi minuman khas warga Maroko. Dari Kasbahs, perjalanan dilanjutkan menuju salah satu cagar budaya dari UNESCO, Ait Benhaddou.

Di sinilah kami menikmati makan siang dengan suasana dan makanan khas Maroko yang luar biasa lezatnya. Kami benar-benar menikmati makan siang dengan kebersamaan dan kekeluargaan dengan canda tawa dan berfoto ria. Setelah makan siang, dengan dipandu pemandu yang dipilih Dari agent perjalanan yang kami pilih, kamipun menuju lokasi desa cagar budaya.

IMG_0447

Yasin…, adalah nama pemandu kami. Pemandu yang berasal dari suku Berber dengan kulitnya yang putih dan wajah yang tampan membuatnya menjadi “star” diantara ibu-ibu. Sebelum menuju ke lokasi, Yasin telah memberitahukan bahwa kami akan berjalan menuju puncak lokasi yang cukup tinggi. Ada 2 orang ibu-ibu, yang tidak ikut, karena takut tidak kuat untuk jalan sampai di atas.

Kamipun diajak melewati jalan perkampungan. Dari perkampungan ini, tampak sungai kecil mengalir, rumah-rumah di atas bukit dengan warna tanah liat tampak kejauhan, juga pohon-pohon palm. Kamipun menyeberang sungai kecil tersebut. Di sungai ini kamipun berfoto ria, dengan latar belakang runtuhan bekas pintu gerbang.

Di Ait Benhaddou inilah tempat pengambilan gambar-gambar film-flm besar seperti film favorit saya “The Lawrence of Arabia,” “The Mummy,” “Gladiator,” “The Last Temptation of Christ,” atau yang terbaru adalah fim seri favorit saya, “Game of Throne.” Dan bagi penggemar Amazing Race, di episode ke 10, di sinilah salah satu lokasi dibuat.

Ada kejadian menggelikan antara saya dengan Yasin yang mengenakan baju khas suku Berber, sedangkan saya memakai tas dengan gambar depan salah satu pemeran utama di Game of  Throne, Khaleesi. Saat, Yasin menjelaskan bahwa di situlah film Game of Throne dibuat, sayapun menunjukkan tas saya, Yasinpun mengajak saya barter, tas dengan baju tradisional dia :)

Menuju puncak Ait Benhaddou jalan-jalan kecil yang berbukit-bukit bukanlah perjalanan yang mudah. Tapi, kami tetap bersemangat untuk menuju puncak, walaupun satu orang anggota memutuskan untuk berhenti di tengah perjalanan karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan ditemani oleh 2 orang anggota yang lain.

IMG_0473

Kamipun melewati beberapa rumah penduduk yang terbuat dari lumpr dan batu bata tempat mereka menjual produk-produk buatan tangan seperti kalung dari batu-batuan, kain juga pernik-pernik sebagai souvenir, juga karpet yang sangat terkenal dari sini, juga kain-kain dengan warna yang mencolok mata. Selain rumah penduduk, di sini terdapat pula Masjid, juga makam Islam dan Yahudi.

IMG_0382

IMG_0442

Dengan memang, usaha kami yang ngos-ngosan untuk menuju puncak tidaklah sia-sia. Pemandangan yang luar biasa indahnya…., dengan sisa-sisa  berapa benteng yang masih berdiri di puncak bukit dengan hamparan warna langit biru sebagai latar. Tampak pula di kejauhan atap-atap rumah penduduk dengan bentuknya yang persegi, juga benteng  yang lain. Di balik bukit tampak padang pasir sahara….., saya sedang berada di pintu gerbang sahara….!!!

IMG_0469

Puas menikmati Ait Bendaddou, kamipun kembali menuju Marrakech. Senja mulai menyapa. Perjalanan pulang, kami sempat singgah di sebuah resto untuk ke toilet yang berada pasar tradisional. Perut sayapun tiba-tiba diserang rasa lapar, saat mencium harum bau daging kambing yang dibakar di atas arang. Sayang, karena waktu yang sempit, sayapun tidak sempat mencicipi “sate” Ourzazate.

 

IMG_0384

Perjalanan pulang kembali melewati jalan yang berkelok-kelok, rasa mual kembali menyerang sebagaian peserta trip….!! Dan ada satu hal yang membuat saya “kagum” menuju atau kembali dari Ourzazate, adanya pos polisi yang mengecek kelengkapan surat-surat mobil ataupun penumpangnya (seperti penggunaan sabuk pengaman).

Perjalanan yang cukup melelahkan, tapi meninggalkan kenangan indah buat saya. Mengenal tempat yang tidak pernah saya ketahui nama, letak, bahkan sejarahnya. Sebuah perjalanan bukan hanya menikmati keindahannya juga budaya dan sejarahnya. Sampai jumpa lagi Ourzazate…..!!