Graffiti Tertua di Paris

IMG_2977

 

Seperti biasa, di saat senggang, saya suka sekali blusukan menyusuri jalan-jalan kecil di Paris ini. Dengan buku pintar saya, beberapa hari yang lalu, di saat udara cerah sayapun mengikuti kaki saya atau get lost di distrik 4 nya Paris.

Ada banyak cerita bersejarah di balik bangunan bersejarah itu, yang tidak diungkapkan dan diketahui oleh banyak orang. Dan saya banyak menemukan serpihan-serpihan cerita itu. Kali ini, saya akan berbagi “penemuan” saya akan graffiti tertua di Paris.

Salah satu graffiti tertua tersebut berada gereja St-Paul-Saint Louis. Sebuah gereja tua dengan pintunya yang berwarna merah tampak menyolok mata bagi siapa saya yang lewat di depannya. Gereja tua yang dibangun pada tahun 1627-1641.

Di buku pintar yang saya miliki, hanya ditulis bahwa di pilar ke-2 terdapat graffiti yang dibuat pada tahun 1871. Maka, sayapun meneliti satu persatu pilar yang ada di depan gereja, karena tidak dijelaskan di sebelah kiri atau kanan dari pintu masuk. Kelakuan saya melihat satu per satu pilar sempat menjadi lirikan beberapa turis yang sedang mengunjungi gereja tersebut. Di depan gereja, tidak tampak graffiti tersebut.

 

IMG_2971

Maka, sayapun memasuki ke dalam gereja, sambil mata saya jelalatan mencari graffiti tersebut. Bingo….,akhirnya, saya menemukan graffiti tersebut. Graffiti yang bertuliskan “Republique Française ou La Mort” yang berarti Republik Perancis atau Mati. Atau jaman perang kemerdekaan di Indonesia terkenal dengan semboyan “Merdeka atau Mati.”

Graffiti yang dibuat pada tanggal 28 Mei 1871 adalah coretan pada masa pemerintahan Napoleon III di saat berperang melawan Jerman di kota Sedan, juga jatuhnya pemerintahan kerajaan ke 2 dan menjadikan inspirasi untuk menjadi pemerintahan Republik.

IMG_2973

IMG_2974

 

Setelah puas menikmati keindahan gereja Saint Paul dan melihat lebih jelas graffiti tersebut, sayapun melanjutkan hingga Place Vosges.

IMG_2989

Place Vosges atau lebih dikenal dengan Place Royal di jamannya. Alun-alun ini didirikan pada jaman pemerintahan Herny IV pada tahun 1605-1612. Di alun-alun ini, yang bangunannya masih terjaga dengan cantik dengan hallnya yang memanjang juga beberapa toko dan Institute Art di sepanjang hall tersebut. Di sini terdapat juga sebuah graffiti yang mengukir nama salah satu penulis, Nicolas.

Kembali saya menyusuri dinding dari rumah no. 11 yang panjang, untuk mencari graffiti tersebut. Sambil “meneliti” dinding tersebut, saya membayangkan buku Da Vinci Code, hihihihihihi.

IMG_2995

Akhirnya, saya menemukan ukiran nama dari seorang penulis terkenal di jamannya Nicolas, 1764. Dan ternyata, si penulis ini terkenal karena menuliskan nama dan tanggal di berbagai dinding di Paris. Dan hanya yang di Place Vosges yang masih tertinggal, dan menjadi akhir dari blusukan saya di hari tersebut.