Harapan seorang laki-laki

Sahabat itu dorongan ketika engkau hampir berhenti. Petunjuk jalan ketika engkau tersesat. Membiaskan senyum sabar ketika engkau berduka. Memapahmu saat engkau hampir tergelincir dan mengalungkan butir-butir mutiara doa pada dadamu

Anang, laki-laki berusia 50 tahun dengan rambut putihnya yang mulai mewarnai kepalanya bercampur dengan rambut hitamnya, mirip seperti campuran merica dan garam, tampak bekas kegantengannya yang mirip dengan aktor Rano Karno, termenung memandang kalendar di dalam kamarnya yang sempit, tanggal 16 Agustus, bertepatan dengan bulan suci bagi umat Islam.

Terbayang dia akan ke-3 anak dan istrinya yang pasti sibuk menyiapkan makanan untuk persiapan berbuka puasa. Sedangkan dia hanya makan apa yang telah disiapkan oleh para petugas dapur. Semua terasa hambar dan garing….. !!

Sudah 5 tahun ini Anang berada di dalam kamar yang sempit, yang harus dibayarnya mahal tiap bulan. Tempat yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya di dalam hidupnya, hôtel prodeo…. !! Ya…..,hôtel yang bagi orang awam sangat menyeramkan dan tempat yang banyak dihindari oleh semua orang.

Teringat kembali olehnya peristiwa 6 tahun yang lalu, pada saat dia menjadi manusia bebas, dengan usaha dibidang kontraktor yang boleh dibilang maju dengan berbagai proyek yang dia dapatkan. Hingga satu hari, dia berkenalan dengan seorang wanita cantik, sangat atraktif. Kecantikan khas wanita Indonesia, dengan diimbangi kecakapan yang dia dapatkan selama dia tinggal di luar negeri, Diana, nama wanita Indonesia yang berkebangsaan Belanda. Diana menawarkan kerja sama dengan Anang dibidang export-import, tentu saja Anang tidak menolak kesempatan emas ini, kesempatan yang akan tidak datang dua kali, pikirnya.

Awalnya semuan berjalan lancar, beberapa kali Anang melakukan perjalanan ke luar negeri. Hingga dana sebagai crédit untuk usaha tersebut mengucur dari bank lokal. Hingga satu hari, Anang dituduh melakukan memasulkan Letter of Credit. Dunia seakan runtuh, suara tangisan pecah di keluarga Anang.

Perjalanan Anang sangat panjang, untuk membuktikan bahwa dia hanyalah korban dari permainan yang dilakukan oleh Diana dan groupnya. Dari bukti-bukti yang didapatkan dari pengadilan, Anang hanya memakai uang 1M dari tuduhan penggelapan yang 2 T. Ke manakah sisa uang itu berada ?! Sudah tentu, Diana dan groupnya telah membawa lari seperti kecepatan petir yang menyambar di keluarga Anang.

Vonis dijatuhkan…..,15 tahun penjara, dengan pasal korupsi !!! Tapi…..,Anang yang merasa tidak melakukan tindak pidana meminta untuk dilakukan inversitgasi lagi dengan melakukan audit investigasi, tapi….memang penegak hukum dapat dibeli !!! Semua itu menguap bersama dengan hilangnya si cantik Diana….. !!! Anang hanyalah tumbal dari sebuah permainan. Permainan politik, uang, juga media, karena seperti diketahui orang-orang dibalik dunia media adalah mereka-mereka yang punya jabatan…. !! Apa yang dia nikmati saat itu tidaklah senading dengan apa yang sedang dia jalani.

Anang hanya bisa merenungi nasibnya dan bermohon didoa malamnya hari ini, agar esok tanggal 17 Agustus, di saat bangsa Indonesia merayakan kemerdekaannya, dia bisa mendapatkan remisi untuk mendapatkan segera kemerdekaan yang sedang terambil oleh bangsanya sendiri…… !!!

Montmorency, 16082010