Kecewa Bukan Akhir Dari Perjalanan

img_1590

The best way to avoid disappointment is not to expect too much

Melakukan sebuah perjalanan, pasti ada pengalaman yang kurang menyenangkan. Apa aja sih pengalaman yang kurang menyenangkan tersebut?

1.Nyasar

Sejujurnya walaupun saya tukang jalan, tapi saya jelek dalam orientasi. Jangankan makai peta, menggunakan GPSpun saya masih nyasar. Parah…,khan? Saya pernah menyusuri Hyde Park yang luas seorang diri, untuk mencari pintu ke luar yang sama pada saat saya masuk. Karena saya janjian ama teman saya di pintu masuk tsb.

Atau pada saat saya ke Amsterdam beberapa waktu yang lalu. Saya berjalan mengikuti kaki saya melangkah. Tanpa saya sadari, ternyata saya sudah berada jauh dari pusat kota. Saya kembali nyasar, karena saya berjalan menyusuri pinggir kota Amsterdam yang seharusnya bisa ditempuh dengan memotong jalan.

Apakah saya kapok yang bolak-balik nyasar? Jawaban saya adalah TIDAK. Justru karena nyasar ini, saya sering menemukan pojok-pojok unik yang tidak ada dalam buku guide. Jadi, kadang-kadang tersesat adalah salah satu cara untuk mengenal sudut-sudut kota yang lain saat kita melakukan sebuah perjalanan.

2. Cuaca

Siapa sih yang nggak bete pada saat liburan, cuaca tidak bersahabat? Hujan, dingin, salju atau panas. Sekalipun kita sudah mencari info tentang cuaca sebelum kita bepergian.

Pada saat saya ke NY tahun 2014, dingin yang luar biasa sedang menyerang USA di saat musim dingin. -20° saat saya menjejakkan kaki di bandara John F Kennedy. Brrrr, angin dingin menampar wajah saya.

Siapa sih yang senang jalan dengan cuaca yang dinginnya sampai ke tulang? Tapi, nggak lucu juga pergi jauh-jauh hanya tinggal di hotel. Sayapun tetap mengeksplore kota NY. Dan….saya melihat begitu indahnya Central Park yang tertutup dengan salju.

Cuaca tidak bersahabat, bukan alasan ataupun halangan untuk tidak mengeksplore sebuah tempat baru, rugi….dong!!! Nikmati saja, pasti akan ada yang bisa kita nikmati dari ketidak nyamanan tersebut.

3. Scam

Pengalaman ini saya dapatkan pada saat ke Thailand, Bangkok tepatnya. Sebenarnya saya nyaris jadi korban scammer. 

Peristiwa ini terjadi, pada saat menanyakan tempat Grand Palace berada kepada seseorang di pinggir jalan. Orang tersebut menanyakan kembali kepada seseorang. Singkat cerita orang tersebut dengan ramahnya memanggil Tuk-Tuk untuk mengantar saya dan teman saya ke Grand Palace, seraya mengatakan bahwa semua itu gratis. Ternyata saya dibawa ke temple kecil, muter-muter hingga ke toko penjualan batu-batu mulia.

Dug…., saya segera sadar bahwa saya masuk dalam perangkap scammer. Sayapun minta segera diantar ke Grand Palace, yg ternyata tutup. Ternyata sopir Tuk-Tuk minta ongkos muter-muter….!!

Dari kejadian ini, saya selalu curiga dengan orang-orang yang begitu ramah di jalan menawarkan sesuatu. Pasti ada udang di balik rempeyek….!!

4. Teman perjalanan

Paling asyik melalukan perjalanan adalah dengan teman yang cocok, sehati. Walaupun bisa jadi teman perjalanan kita mempunyai perbedaan interest.

Beberapa kali saya melakukan perjalanan dengan beberapa teman. Saya tidak pernah ribut dengan teman perjalanan saya. Walaupun di saat perjalanan ada saling gondok, karena perbedaan interest. 2 hal yang bisa membuat saya gondok dengan teman perjalanan adalah waktu dan pelit.

Oleh karena itu, saya akan lihat kebiasaan teman perjalanan saya, jika teman saya harus melakukan persiapan yang panjang sebelum bepergian saya hanya mengatakan bahwa kita harus siap jam sekian-jam sekian. Tapi, yang paling bikin bete, teman yang pelit atau perhitungan. Wuah…., bakal makan hati jalan ama teman yang perhitungan atau pelit. Segala sesuatu dihitung beneran, yang ada selalu hitung-hitungan bukannya gantian atau berbagi. Buat saya, teman seperti ini, benar-benar nggak asyik dijadikan teman jalan.

Jadi, sebelum melakukan perjalanan dengan teman kita, pelajari dulu karakter teman kita. Jangan sampai sebuah pertemanan putus setelah melakukan sebuah perjalanan.

5. Di luar ekspektasi

Apanya yang di luar ekspektasi? Ya…tempat yang kita kunjungi. Di buku guide ditulis yang bagus, menarik, pada saat sampai sana tidak seperti yang kita perkirakan.

Pengalaman pada saat mengunjungi sebuah pulau di Maluku. Di buku guide ataupun pemandu mengatakan keindahan pulau ini. Sampai di sana,  saya mendapatkan keindahan pulau tersebut berbanding terbalik ketika melihat sampah-sampah yang mengotori keindahan pulau ini.

Hal ini benar-benar membuat bad mood. Tambah gondok lagi, saat saya tidak bisa berbuat apa-apa…..

Dari apa yang saya tuliskan di atas, saya mencoba berbagi bahwa di setiap perjalanan yang kurang menyenangkan lihat sisi positifnya. Kecuali pengalaman nomor 5  yang paling membuat saya sedih. Saya tidak bisa mengambil segi positif dari pengalaman tersebut, selain berharap pengelola pariwisata dan pemerintah setempat peduli akan kota atau daerahnya…..

Ada yang mau nambah’in? So….,happy traveling….!!