Kehangatan Villa Ma’rasai

Kriteria penginapan yang kami cari di setiap perjalanan saya sekeluarga adalah penginapan yang dekat dengan alam, bukan penginapan dengan konsep industrial. Pada saat kami ke Ternate, pilihan hotel/penginapan di Ternate tidaklah banyak, sama minimnya info tentang provinsi Maluku Utara ini. Salah satu penginapan yang direkomendasikan dari buku panduan kami adalah Villa Ma’rasai, setelah kami cek dari review yang kami dapatkan di Trip Advisor, maka, kami sekeluarga memutuskan untuk menginap di villa ini.

Untuk menuju ke villa ini, saya harus menyewa mobil yang telah diatur oleh pihak penginapan. Walaupun urusan transportasi menuju ke penginapan telah diatur oleh pihak villa, tapi kejadian nyasarpun tidak terelakkan karena kerancuan alamat yang dimengerti oleh pak sopir. Villa Ma’sarai berada di luar pusat kota Ternate, dan untuk menuju ke villa ini, kita akan diajak melihat keindahan P. Tidore yang berada di seberangnya.

Villa Ma’rasai berada di sekitar Universitas Khairun. Sepanjang jalan dari kompleks kampus Khairun hingga villa Ma’sarai tampak pohon-pohon besar di kedua sisi jalan, teduh untuk para pejalan kaki. Begitu pula saat mobil yang saya tumpangi memasuki halaman villa ini, tampak di kiri-kanan halaman bunga-bunga sepatu atau bunga-bunga yang saya tidak tahu namanya, indah….

Bangunan bercat oranye dengan pintu dan jendela kaca yang tinggi tampak sangat mencolok mata, dan terasa hangat begitu saya memasuki ruang tamu. Saya disambut oleh pak Hasrun pemilik villa dengan kehangatan yang luar biasa.

Marasai adalah nama keluarga dari pak Hasrun, sedangkan “rasai” dalam bahasa Tidore adalah indah. Jadi Villa Ma’rasai adalah permainan kata atau gabungan kata dari indah, dan nama keluarga pak Hasrun, pemilik villa ini. Memasuki villa ini, tampak ruang tamu yang sangat luas dengan perabotan yang terbuat dari kayu dan di sinilah para tamu bisa bersantai menghabiskan sisa hari setelah mengunjungi P. Ternate atau Tidore. Untuk menuju ke kamar yang jumlahnya 7 buah, kita akan mendapati ruang makan dengan meja panjangnya yang bisa menampung 10 orang. Juga kitapun bisa menikmati sarapan pagi di balkon dengan menikmati udara segar P. Ternate di pagi hari.

Villa Ma’rasai mempunyai 7 kamar, yang berada di bawah dan di atas. Dan 1 deluxe room, deluxe room ini berada di atas, dengan balkon dengan pemandangan laut Halmahera dan Gunung Gamalama di kejauhan. Saya beruntung karena saya mendapatkan deluxe room, dan mendapatkan bonus 1 kamar untuk anak-anak hanya dengan menambah harga extra bed. Keberuntungan saya ini dikarenakan adanya 1 kamar kosong…. Menginap di villa ini, jangan mengharapkan untuk bisa mendengarkan hiruk-pikuknya televisi…..,karena villa ini dikonsep untuk beristirahat jauh dari hiruk-pikuk suara TV, tapi tamu dari villa Ma’rasai masih bisa menikmati WiFi yang berada di ruang tamu. Jadi, untuk mereka yang tidak bisa terpisah dari dunia virtual, jangan khawatir akan hal itu….:)

Menginap di sini, saya merasakan kehangatan yang luar biasa dari pak Hasrun dan istrinya. Beliau sangat memanjakan para tamunya, dari pelayanannya hingga makanan yang dihidangkan. Untuk sarapan pagi, sehari sebelumnya, pak Hasrun akan menanyakan makanan apakah yang kami inginkan. Sambil menikmati kelezatan colo-colo alpukat, jus buah dengan menghirup udara segar pagi hari kota Ternate di meja makan yang berada di balkon.

Karena villa ini berada di luar pusat kota Ternate, maka, para tamu memilih makan malam di villa, dan…pak Hasrun akan menanyakan makanan apakah yang kami inginkan untuk makan malam. Dan para tamu, tidak pernah kecewa dengan hidangan yang disediakan oleh pak Hasrun. Masakan ikan dengan berbagai olahannya yang dimasak oleh bu Hasrun terasa nikmat di lidah kami, dengan porsi yang sangat besar ditambah jus buah untuk minumannya. Bahkan saya sempat dibuat terharu di hari terakhir kami berada di Ternate, saya mengatakan kepada bu Hasrun bahwa saya pingin banget makan coto makasar, dan…bu Hasrun menyiapkan makan malam khusus untuk saya coto makasar, dan soto ayam untuk anak dan suami saya, karena saya bercerita bahwa mereka adalah pecinta soto ayam… Atau pada saat saya menikmati keindahan sore di halaman, dan saya pingin minum kelapa muda, dengan segera pak Hasrun menyuruh orang untuk memetik buah kelapa yang berada di halaman. Bahkan pak dan ibu Hasrun menyediakan kudapan berupa kue-kue lebaran yang enak walaupun Lebaran telah lewat. Ah….,kenangan indah dan kebaikan pak Hasrun sekeluarga yang tidak pernah akan saya lupakan.

Buat saya, tinggal di sini, saya merasakan seperti tinggal di sebuah keluarga saya sendiri. Untuk mereka yang suka akan keramaian, mungkin villa ini kurang cocok. Saya nyaris dibuat jengkel saat mendengar percakapan per telepon antara pak Hasrun dengan seseorang. Dimana pak Hasrun dicerca pertanyaan yang “luar biasa” menurut saya dan beliau. Seperti berapa luas kamar, apakah kamar mandi berada di dalam, ada TV atau nggak, WiFi, dan yang membuat saya nyaris kejengkang, hingga pertanyaan apakah ada tukang pijat, dan ketika dijawab ada, pertanyaan bersambung, apakah tukang pijatnya perempuan/laki, tua/muda….!!

Jika anda mengingkan penginapan yang tenang, kekeluargaan, dekat dengan alam, dan siap untuk tidak mendengarkan kebisingan sinetron maka Villa Ma’rasai adalah villa pas untuk dikunjungi. Untuk reservasi, silakan klik link http://www.vilamarasai.com/?action=roomtypes

Note:

– Harga kamar 550.000 rupiah/malam, 100.000 rupiah untuk extra bed termasuk makan pagi.

– Harga untuk makan malam, 75.000 rupiah per orang