Keindahan Dan Kekayaan Sebuah Masjid Agung

IMG_4727

Salah satu monumen historik favorit saya dari begitu banyak monumen historik yang bertebaran di Paris adalah Grand Mosque de Paris. Sebuah masjid yang berada di distrik 5 Paris ini, adalah satu-satunya masjid terbesar di Perancis. Tidak banyak turis Indonesia yang sedang berlibur ke Paris tahu tentang masjid yang indah ini. Bahkan teman-teman saya yang tinggal di Perancis ataupun Paris sendiri, tidak mengetahuinya apalagi mengunjunginya.

Grand Mosque de Paris adalah masjid yang diresmikan pembangunannya pada tahun 1926 yang merupakan ucapan terima kasih pemerintah Perancis kepada 100.000 pejuang muslim  yang berasal dari bekas koloni Perancis yang telah berjuang membela Perancis pada perang dunia I. Bahkan pada saat perang dunia ke II, ketika Perancis diduduki oleh Jerman, di masjid inilah orang-orang Yahudi yang jumlah antara 500-1600berlindung, untuk mendapatkan surat-surat ataupun akte kelahiran yang menghindarkan mereka dari kekejaman Jerman.

Masjid ini dibangun dengan gaya yang terinspirasi dari sebuah masjid besar di Maroko dengan 33 meter tinggi minaretnya. Memasuki masjid ini, kita bisa melihat pintu masjid yang terbuat dari kayu dan sangat kokoh dengan ukiran dan ornamen-ornamen yang cantik. Begitu kita memasuki hall masjid ini, kita akan melihat sebuah taman yang indah. Taman yang dihiasi tanaman hijau pada musim semi dan panas juga air mancur tertata dengan cantik, indah…. Menuju ke ruangan beribadah, kita harus berbelok kanan dari hall tersebut, dan kita akan melihat pilar-pilar yang berdiri dengan kokoh, juga atapnya yang terbuat dari kayu dihiasi dengan ukiran-ukiran yang cantik. Di depan ruangan beribadah ini, terdapat patio yang sangat luas, dengan air mancur di tengah-tengahnya, yang juga digunakan sebagai tempat sholat pada hari Jum’at. Di sepanjang patio ini, kita juga akan melihat ukiran-ukiran di sepanjang dinding bagian atas yang lagi-lagi terlihat sangat indah dan detail sekali.

IMG_4731

Melewati taman yang tampak dari hall masjid, kita akan melihat sebuah ruangan yang dihiasi kain-kain yang berwarna-warni keemasan khas Afrika Utara. Di ruangan inilah, para ibu-ibu berkumpul melakukan pengajian pada hari-hari tertentu. Saya bahkan pernah beruntung, karena saya sempat mengintip ruangan perpustakaan yang tidak jauh dari ruangan di mana para ibu-ibu berkumpul. Mengintip…?? Ya…, karena ruangan perpustakaan ini pintunya tidak selalu terbuka, maka dari itu, saya bisa melihat ruangan perpustakaan ini, di mana buku-bukunya tampak tertata rapi di lemari-lemari kacanya.

Di samping masjid ini, terdapat pula sekolah agama bagi mereka yang ingin memperdalam tentang Islam. Dan di seberang masjid terdapat toko yang menjual buku-buku Islam juga keperluan yang untuk beribadah, seperti buku pedoman sholat, tasbih, hingga kompas.

IMG_2184

Setelah puas mengunjungi masjid ini, tempat yang juga tidak pernah saya lewatkan adalah mengunjungi kafe dengan cita rasa oriental. Memasuki kafe ini, saya seperti mendapatkan oasis tersembunyi. Kafe dengan pohon-pohon yang rindang dan desain interiornya bergaya Afrika Utara, atau Maroko lebih tepatnya. Di sini, kita bisa menikmati kue-kue Timur Tengah ditemani segelas teh mint. Untuk mereka yang ingin merasakan kenikmatan hammam, di sini terdapat pula hammam yang terbuka untuk umum dengan harga antara 10-30 euro.

Saya selalu berusaha untuk mengajak teman-teman saya yang sedang mengunjungi Paris untuk mengujungi Grand Mosque de Paris ini. Salah satunya adalah penulis favorit saya, mbak Ade Nastiti, selain seorang penulis, mbak Ade juga mempunyai hobi jalan-jalan. Bahkan kakak ipar sayapun, saat mengunjungi saya, menyempatkan diri untuk sholat di masjid ini. Salah satu pengalaman rohani yang tidak akan dilupakan oleh kakak ipar saya.

Masjid ini terbuka untuk umum tiap hari, kecuali hari Jum’at. Dengan tiket masuk sebesar 3 Euro. Untuk menuju masjid ini, kita bisa naik metro no. 7, turun di  Place Monge, atau metro no. 10, turun di Gare Austerlitz atau Jussieu. Grand Mosque de Paris adalah salah satu monumen historik yang harus dikunjungi, karena keindahan Paris bukan hanya Eiffel Tower.