Kejutan di wiken kelabu

“Il y a des paroles qui portes plus loin que le vent” – Arab proverb
Kira-kira artinya adalah, “Ada kata-kata yang maknanya akan terbang lebih jauh dari pada angin”


Beberapa waktu yang lalu, asosiasi Pasar Malam (asosiasi yang akan menterjemahkan buku Memburu Fatamorgana ke dalam bahas Perancis) meminta saya untuk menulis sebuah artikel untuk buku terbitan mereka “Banian”  untuk rubrik “Le Français, langue exotique?” Sebuah permintaan yang cukup berat, sekaligus sebuah tantangan buat saya, karena saya tahu kemampuan bahasa Perancis saya, sekaligus pingin menguji apakah saya mampu untuk membuat artikel dalam bahasa Perancis.

Pertengahan Februari, saya dikejar-kejar untuk menyetor tulisan tersebut, padahal deadline-nya adalah akhir April, saya sempat nggak enak hati, karena tulisan tersebut belum saya sentuh sepenuhnya, karena saya harus mengerjakan project yang lain. Hingga menjelang keberangkatan saya pulang kampung tanggal 20 Feb, saya masih dikejar-kejar oleh foundater dari asosiasi tersebut, dan dengan terpaksa, saya menjanjikan bahwa artikel tersebut akan saya serahkan sekepulangan saya dari Indonesia.

Awal Maret, dengan segera saya selesaikan artikel, dengan bantuan suami tercinta, akhirnya beberapa koreksi di sana-sini, dan……artikel tersebut saya kirimkan ke asosiasi Pasar Malam. 

Beberapa hari tidak ada kabar, saya sempat berpikiran, bahwa artikel saya tidak layak diterbitkan di Banian. Tapi….,saya salah duga, sang foundater, mengabarkan, bahwa beliau sangat suka dengan artikel saya, dan beliau juga melakukan beberapa koreksi.

Hingga kemarin, tanggal 17 Maret, saya mendapatkan email yang tidak pernah saya duga sama sekali. Isi email tersebut, 

Pour info, excellente réaction d’un des membres du comité de lecture du Banian!A plus tard,bises,
très bon texte à mon avis, et qui présente la situation de beaucoup des français qui ont appris l’indonésien et vice-versa… Une sorte de gai savoir linguistique en somme, acquis avec les espérances les plus nobles !


Membaca email tersebut, hati saya benar-benar berbunga-bunga, saya tidak mengira, bahwa artikel yang saya buat dengan bahasa sederhana mendapatkan appresiasi positif dari komite lecture asosiasi, sekaligus saya tidak mengira, bahwa tulisan saya harus masuk ke dalam komite lecture. Sungguh….satu berita yang tidak pernah saya perkirakan sebelumnya…..

Hari Minggu, seperti biasa, saya selalu menelpon ke Indonesia, ibu saya, untuk menanyakan kabar keluarga di sana. Dan hari ini, ibu saya mengabarkan, bahwa ibu saya kedatangan seorang tamu, yaitu seorang wartawan.

Apa hubungan sang wartawan, hingga mendatangi ibu saya? Ternyata, sang wartawan, pernah membaca tulisan lama saya tentang opa saya
Sekali lagi……,saya tidak pernah menyangka, bahwa tulisan saya yang sederhana, dan seringkali uneg-uneg dari isi hati saya, ada yang tertarik untuk membacanya.

Jadi, sang wartawan, setelah membaca tulisan saya tersebut, sepertinya mendatangi panti werda, di mana sayapun pernah mendatangi panti tersebut. Dan oleh pihak pengurus Panti, mereka mengatakan bahwa rumah yang sekarang adalah tempat panti werda tidak pernah diakui oleh mereka sebagai  rumah almarhum opa saya. Tapi, penduduk di sekitar lebih mengenal nama alm opa saya, dan nama opa saya secara tidak langsung telah tercatat sebagai bagian dari sejarah kota Surabaya. 

Dari situlah, sang wartawan, ingin mengetahui keturunan dari opa saya, sekaligus beliau mencari informasi dari berbagai sumber, salah satunya bapak Dukut, dan beliau juga mendapatkan informasi, bahwa opa saya adalah pemilik bangunan yang telah diakui oleh orang lain itu, adalah pemilik bangunan sejak tahun 1846. Tujuan dari sang wartawan, hanya ingin mengupas satu kebenaran, dan meminta ijin dari ibu juga tante-tante saya untuk membuat malam dana, untuk panti werda tersebut.

2 buah surprise di akhir pekan yang kelabu ini, membuat hati saya berbinar. Semoga tulisan saya di Banian, adalah langkah awal saya di dunia kepenulisan berbahasa Perancis, dan semoga keberadaan opa saya yang pernah tinggal di hati warga Undaan, tidak hilang begitu saja…..biarlah sejarah yang akan mengupasnya. Dan satu lagi, saya melihat betapa dahsyatnya kekuatan dari sebuah tulisan……, maka dari itu teman, jangan pernah berhenti menulis……Terus menulislah, temans…..

Montmorency, 18 Maret 2012