Kuat Dan Kepakkan Sayapmu, Nak…

IMG_3885

Ada rasa deg-degan yang terasa setiap kali kamu berada di tatanami, siap bertarung dengan baju hitammu. Walaupun kamu sudah menggunakan pelindung kepala, tangan dan kaki. Ya… bela diri Viet Vo Dao, olah raga bela diri yang telah ikuti di 5 tahun terakhir ini

Sekalipun ada rasa was-was setiap kali kamu akan bertanding. Tapi…,mama adalah supporter paling heboh setiap kali kamu bertanding. Dari teriak-teriak menyebutkan namamu, juga dengan telepon genggam di tangan untuk merekam dalam bentuk video, ataupun dengan kamera di leher. Dan kelakuan atau teriakan mamamu pula yang mengundang pandangan aneh dari ibu-ibu yang lain.

Di beberapa pertandingan kamu pernah menjatuhkan lawanmu, hingga harus diangkut ke luar oleh pihak medical, yang membuat kamu down. Kamu takut untuk menyakiti lawanmu. Beberapa kali kamu berdiri di podium sebagai juara umum untuk kejuaraan untuk Federasi, bahkan tingkat nasional. Tapi, beberapa kali pula kamu, harus menangis di sela-sela pertandingan karena kamu dicurangi oleh lawanmu atau wasit pertandingan. Tapi, diantara rasa kecewa dan air mata, kamu bangkit, melawan kecurangan dengan membuktikan bahwa dirimu adalah terbaik tanpa harus berbuat curang….

Ah….,jika melihat air matamu itu, teringat ketika kamu masih dalam kandungan mama. Di usia kandungan yang masih berusia 7 bulan, dari hasil USG bulanan, terdeteksi ada kelainan dari saluran urine kamu, nak. Saluran kencing yang harusnya lurus, tapi yang ada pada kamu, tidaklah lurus, tapi berbengkok-bengkok. Hati mama seperti hilang separuh, nyawa mamapun sepertinya hilang entah ke mana ketika mendengar berita itu. Hanya air mata kesedihan dan doa semoga kamu baik-baik dalam kandungan mama yang mampu mama panjatkan.

9 bulan 10 hari, tepatnya 26 Februari 2001, kamu lahir dengan selamat. Walaupun saluran kencingmu masih belum lurus. Sedih, was-was….., saat membawamu pulang. Tiap bulan mama dan papa harus membawa ke dokter spesialis, untuk melihat perkembangan saluran kencingmu. Juga setiap kamu jatuh sakit, mama harus memeriksa suhu badan kamu, juga pada saat kamu pipis apakah ada darah di situ atau tidak. Bulan demi bulan yang melelahkan, juga penuh rasa was-was. Karena jika saluran kencing itu tidak lurus dengan berkembangnya dirimu, maka meja operasilah pilihan terakhir. Hingga di bulan ke 12, sang dokter mengatakan bahwa saluran kencingmu sudah dalam posisi normal, puji Tuhan….

Di saat usiamu 2 tahun, anak-anak usiamu sudah mulai berceloteh, berbeda dengan kamu. Kamu cenderung bocah pendiam, bahkan acuh jika diajak ngomong. Bahkan di saat tidur malam, mamamu ini tidak perlu menina bobokan, cukup ditaruh di tempat tidur dengan ditemani suara penyedot debu, kamu akan tidur dengan lelapnya. Ada yang tidak normal dengan dirimu, nak, itu pikiran mamamu yang selalu memperhatikan perkembanganmu. Dan ternyata dari diagnosa dokter THT kamu mempunya masalah dengan pernafasanmu, kamu mempunyai amandel yang besar. Dioperasi…. ?? Tidak mungkin, usiamu terlalu muda untuk menjalani operasi tersebut.

Hingga usiamu 4 tahun, kamu terlambat berbicara, karena akibat amandel yang membesar, mempengaruhi pendengaranmu pula. Di usiamu ke 4 tahun, kamu melakukan operasi pengambilan amandel tersebut. Teringat, begitu kamu ke luar dari ruang recovery, karena rasa sakit setelah operasi, kamu muntah darah, oleh karena rasa sakit pasca operasi yang membuatmu menangis. Air mata mamapun sudah di ujung mata, tapi…tangismu berhenti seketika, ketika sang perawat mengatakan, jangan menangis, jika kamu tidak mau merasakan rasa sakit yang berlebihan. Oh nak….., hati mamamu bergetar, melihat ketegaranmu melihat pasca operasi itu. Kamu begitu kuat, sedangkan mamamu yang hanya melihat, rasanya tidak mampu untuk menahan rasa sedih itu….

Tapi, masa-masa sulit itu telah mampu kamu lewati. Kamu mampu menjadi bocah kecil yang berdiri menjadi dirimu sendiri. Walaupun kamu pernah menjadi bocah pendiam, pemalu, rendah diri. Itu semua karena begitu banyak teman-temanmu yang tidak mengerti apa yang kamu ucapkan, akibat pendengaranmu yang berkurang. Ya…pendengaranmu sempat terganggu sebelum operasi amandel itu dilakukan, nak. Tapi….,sekali lagi, kamu mampu menunjukkan kepada teman-temanmu bahwa kamu adalah sama seperti mereka. Kamu mampu melewati fase tersulit dalam hidupmu….

Tak terasa, 2 hari lagi adalah ulang tahun, sayang. Ya…., 26 Februari tepat usia yang ke 14. Kamu bukan lagi bocah kecil pemalu, dan pendiam. Kamu telah menjadi seorang perjaka yang dengan penuh keyakinan berani untuk mengutarakan dan berbicara di depan umum. Kamu telah menjadi perjaka yang berkarakter kuat, berani mengutarakan mana yang benar dan yang salah dengan lantang…

IMG_0906

Di usiamu yang ke 14 ini, mama selalu berdoa, semoga kamu akan menjadi laki-laki dewasa yang tangguh, bertanggung jawab, mempunyai budi pekerti, selalu berada di jalanNYA. Jadilah seperti bambu yang tak pernah patah sekalipun di tiup kerasnya angin. Seperti padi yang merunduk karena berisi. Dan jadilah seperti elang dengan kepak sayapnya mampu terbang tinggi. Selamat ulang tahun, Hugo. Semoga kamu mampu meraih citamu setinggi bintang dan selalu berada dalam lindunganNYA…..

Tulisan ini untuk diikut sertakan dalam lomba, giveway surat untuk ananda

 

surat-untuk-ananda