Mythomanie

Hari ini, saya melihat disebuah acara TV, dimana diceritakan seorang gadis yang aktif dan mempunyai prestasi di bidang olah raga kayak, menemukan foto-fotonya telah diambil oleh seseorang dan dipajang di blog si pembajak. Tentu saja, si pemilik foto merasa kecewa dan marah. Tapi rasa marah ini berubah menjadi rasa iba, karena si pemilik blog yang bernama Noa adalah seorang penderita penyakit yang sangat parah.

Noa di blog-blognya menceritakan kisah-kisahnya sebagai penderita penyakit yang sangat parah, dan mengundang rasa iba dari pembacanya. Dari si atlet kayak, ibu rumah tangga, hingga perawat banyak yang berempati akan keadaannya.

Hingga satu hari, di salah satu blognya dikabarkan oleh saudara si Noa, yang bernama Odille, Noa telah meninggal dunia, tentu saja, para pembaca setia tuisan-tulisan Noa sangat kehilangan sekaligus berempati atas meninggalnya si Noa. Dan Odille membuat blog baru dengan ID baru, sebagai kakak dari Noa.

Di tengah kesedihannya, salah seorang ibu rumah tangga, menawarkan si Odille untuk berlibur bersama, semua berjalan menyenangkan….layaknya sebuah persahabatan. Hingga sekepulangan dari liburan si Odille bercerita kepada si ibu RT ini, bahwa sebenarnya dia menderita penyakit yang sangat susah disembuhkan, tentu saja ibu tersebut kaget, karena di acara liburan yang mereka lakukan tidak ada tanda-tanda bahwa dia menderita penyakit yang sangat parah, Odille terlihat segar bugar.

Tulisan-tulisan Odille akan penyakitnya membuat banyak orang berempati akan penderitannya, salah satu simpati yang dilakukan oleh pembaca tulisan-tulisannya adalah melakukan mengumpulkan dana dengan diadakannya kompetisi olah raga.

Dan Odille pun memasang foto-foto di mana tubuhnya dipenuhi dengan keteter, jarum-jarum infus hingga masker oksigen. Yang sudah tentu para pembaca tulisan-tulisannya sangat-sangat iba dengan keadaannya.

Hingga….satu hari, salah satu pembaca tulisan-tulisan Odille merasa curiga dengan keberadaan Odille yang mengaku berada Swiss, tetapi IP yang dia lacak, Odille berada di Perancis, hingga si pembaca tersebut menelfon RS di Swiss di mana Odille mengaku dirawat. Dan….semua itu hanyalah kebohongan belaka!!!

Noa dan Odille adalah orang yang sama, yang nama aslinya adalah Elodie, dia berhasil membuat kebohongan-kebohongan yang sempat mengacak-acak perasaan para pembaca setia blognya.

Mytho….. kata yang sering digunakan oleh Yves dan Hugo saat mereka mengolok-olok yang berarti bohong atau kebohongan.

Elodie adalah penderita Mythomanie, seseorang yang menginginkan bahwa orang-orang di sekitarnya merasa bersalah dengan apa yang terjadi oleh si penderita, dan ironisnya, si mythomanie tidak menyadari bahwa dialah penyebab dari rasa bersalah tersebut.

Dari kejadian ini, saya bisa melihat bagaimana orang-orang bisa memanipulasi sesuatu dengan kecanggihan internet, mereka tidak pernah memikirkan efek yang ditimbulkan dari kebohongan-kebohongan yang mereka lakukan.

Semenjak saya mengenal internet, bermain-main di dunia maya, tidak bisa dipungkiri bahwa seringkali emosi saya ikut bercampur dengan tulisan-tulisan para blogger, bahkan beberapa kali saya terjebak dengan tulisan-tulisan yang sebenarnya hanyalah fiksi, atau bahkan beberapa tulisan fiksi sayapun dianggap sebagai tulisan kisah nyata.

Memang susah untuk mengatur emosi saat bermain di dunia maya, kata-kata pujian, simpati hingga curiga gampang sekali terlontar, padahal kita tidak mengenal dengan teman maya tersebut.

Dengan berjalannya waktu, saya sudah bisa mengatur emosi saat berinteraksi dengan teman-teman maya saya. Saya tidak mau larut atau terbawa emosi yang dalam jika saya tidak mengenal secara dekat dengan teman-teman maya, saya akan membatasi/menjaga jarak jika menemukan tulisan-tulisan yang berbau fitnah dan menghasut, atau tulisan-tulisan yang lebay nan alay….karena motivasi menulis setiap pemilik blog pasti berbeda-beda. Hingga sejauh ini, saya belum menemukan teman maya pengidap Mythomanie….dan mudah-mudahan saya tidak akan pernah menemui orang macam ini.

 

Image dari sini