Nikmatnya Saat Pulang Kampung


Salah satu aktitivitas yang tidak pernah terlewatkan pada mereka-mereka pulang kampung, termasuk apa yang saya lakukan, yaitu memuaskan lidah atau lebih dikenal dengan wisata kuliner.

10599706_10202109313414805_1288291013976262870_n

Jajanan Tradisional

Sebagai arek Suroboyo, sudah barang tentu, beberapa nama makanan yang tidak boleh terlewatkan seperti tahu campur, lontong balap, rujak cingur, lontong mie, nasi pecel, bubur Madora sepertinya akan semakin panjang saja jika harus dituliskan. Belum lagi jajanan pasar dengan membayangkannya saja, sudah mampu membuat menelan air liur. Tapi…ada satu makanan langka yang banyak dicari,  semanggi…!!

Untuk mereka yang tidak banyak waktu, untuk mengejar makanan-makanan kampung tersebut, bisa dicari di beberapa food court yang ada di beberapa Mall, yang sudah pasti sangat jauh…berbeda baik rasa dan harga dibanding dengan makan di pinggiran jalan ataupun di depot-depot kecil. Surga untuk makanan kampung dan kue-kue basah tradisional adalah Pasar Atum.

Pasar Atum yang terkenal sebagai tempat belanja keperluan baju, kain, hingga keperluan sehari-hari, juga sangat terkenal dengan kedai-kedai makanan tradisional. Salah satu yang terkenal adalah lontong mie-nya. Juga gerai jajan pasar dari dawet, lumpia basah, kue lumpur, wajik, rujak manis, semua itu bisa dicari di salah satu toko kuenya yang sangat terkenal. Dan saya sangat menikmati bubur Maduranya yang lezat dengan membayar 6,000 rupiah. Atau lontong sayur yang sangat enak dengan alas daun sebagai pengganti piringnya. Sambil menikmati makanan ini yang berada di emperan sepanjang toko sambil ngobrol dengan penjualnya yang muda belia, nikmat….!!

10885457_10202136094604318_2366783820062664076_n

Bubur Madura

Sebagai pecinta nasi pecel, ada satu warung pecel yang sangat terkenal di Surabaya. Nasi pecel Pandegiling. Setiap kali saya membeli nasi pecel ini, ingatan saya kembali ke masa kanak-kanak saya. Di mana alm papa saya, suka sekali membelikan kami sekeluarga nasi pecel ini. Untuk menikmati nasi pecel Pandegiling, kita harus berangkat sebelum jam 7 untuk menghindari antrian yang panjang. Dan tidak lewat jam 9, karena lewat dari jam 9 kita hanya akan mendapati warung yang sudah tutup. Dengan harga 17.000 rupiah, kita akan merasakan pedasnya bumbu pecel yang enak, dengan  lauknya empal/daging goreng, atau ayam goreng, rempeyek kacang dan teri dengan harumnya daun kemanggi. Sedap….

432268_2454690907099_103437503_n

Pecel Pandegiling

Bagi penggemar bakso, bakso Tanjung Anom, yang berada di jalan Tanjung Anom, adalah surga untuk pecinta bakso. Tapi, kita juga bisa menikmati bakso Tanjung Anom yang keberadaannya di Jalan Taman Apsari. Walaupun dalam 1 mangkok hanya terdapat 2 bakso dengan ukuran yang lumayan besar, cukup mengenyangkan perut dan memuaskan lidah dengan ditemani es kelapa muda. Dan di depan depot ini, terdapat gerobak kue lekker. Kue lekker yang terbuat dari adonan seperti “crepe” yang digoreng secara kering dan diisi dengan meises, rasanya….beneran jos gandos.

988879_10202136088684170_827455517759900176_n

Kue Lekker Taman Apsari

Saya mempunyai cerita lucu jika tidak boleh dibilang kenangan indah. Kejadiannya 2 tahun yang lalu. Saat saya pulang kampung dan mengunjungi Museum Sampoerna bersama keluarga saya. Untuk kembali ke hotel, kami naik taksi dan melewati jalan Niaga, tepatnya di depan sekolah Katolik Angelus Custos, saya melihat penjual kue lekker ini. Dan segera saya menghentikkan sopir taksi, turun membeli kue lekker yang hanya tersisa 12 buah. Di taksi, saya menawarkan kepada anak-anak dan suami saya, tapi mereka menolak, karena mereka melihat kebersihan di mana kue tersebut dijual. Ya sudah……,saya cuek menikmati kue lekker tersebut. Sampai di hotel, suami saya mencicipi kue lekker  teresebut, dan ternyata…. dia sangat menyukainya diikuti oleh ke-2 anak saya. Kue lekker yang tersisa hanya 6 buah itupun tandas dalam sekejap….

Jika matahari mulai mundur menuju ke peraduannya, maka saya akan mencari penjual tahu campur yang berada di samping kantor pos Pucang. Dengan rasa petisnya yang khas dicampur dengan sambal yang lumayan pedas, ditambah potongan daun selada, tahu, perkedel singkong dan kikil disiram dengan kuahnya yang panas. Wow….,saya bisa menghabiskan 2 piring, melupakan diet keras saya….!!

IMG_0850

Tahu campur

Dan satu lagi makanan langka yang banyak dicari dan bergizi, semanggi…..!! Semanggi Suroboyo adalah makanan khas Surabaya yang sangat terkenal, sayang…sekali makanan ini sudah mulai langka atau susah dicari. Hal ini disebabkan karena sudah mulai susahnya lahannya untuk menanam daun semanggi. Daun semanggi adalah tanaman sejenis paku air yang hidup di pematang sawah. Untuk menikmati semanggi ini, adalah dengan disajikan pada daun pisang atau yang dikenal dengan sebutan dipincuk. Menikmati semanggi dengan taoge yang disiram dengan bumbu ketela rambat ditambah sambal yang mana kepedasannya sesuai dengan selera kita, ditambah dengan krupuk puli (kerupuk yang terbuat dari beras), benar-benar mak nyusssss….

427654_2454690307084_254864546_n

Semanggi Suroboyo

Seperti saya tulis di atas, makanan ini sudah sangat jarang ditemui. Kita bisa menikmatinya, dengan menunggu “mbok-mbok” penjual yang turun dari bus di daerah Pasar Kembang. Dari situ, mereka akan menyebar ke kampung-kampung di sekitarnya. Tapi, saya tidak tahu tepatnya jam berapa mbok-mbok tersebut sampai di daerah Pasar Kembang tersebut. Tapi…,saya sangat beruntung, karena tidak jauh dari tempat saya tinggal, tepatnya di dekat kantor Jawa Pos Karah, ada 1 orang ibu penjual semanggi yang mangkal di situ. Ibu penjual ini, akan berada di sana tergantung seberapa banyaknya pembeli semanggi beliau. Dan biasanya jam 10 pagi, si ibu sudah tidak tampak lagi….

Dan biasanya wisata kuliner saya tidak terasa komplit, jika belum menikmati lontong kupang…. Dengan bahan dasar kupang yang kecil-kecil, ditambah irisan lontong, petis, bawang putih, cabe, dengan kucuran jeruk nipis yang disiram dengan kuahnya juga bisa ditambahkan sate kerang. Benar-benar makanan kampung berkalori tinggi yang berbahaya untuk kesehatan tapi selalu dicari bagi wisatawan kuliner ataupun mereka-mereka yang tinggal jauh di rantau.

Begitu banyak makanan kampung yang ingin saya tuliskan, tapi, dari begitu banyak jenis makanan yang telah saya santap, jenis makanan di ataslah yang selalu saya cari, begitu kaki saya menginjakkan kota kelahiran saya, Surabaya….