Menyusuri Lorong-Lorong Paris Yang Lain

IMG_2969

Beberapa waktu yang lalu, saya pernah menulis tentang  keindahan beberapa passage di Paris. Kali ini, sayapun mengunjungi salah satu passage tertua dari passage-passage tersebut, Passage Prado dan Passage Brady.

Untuk mengunjungi passage Prado dan passage Brady berada di distrik 10, yang berada di sepanjang Boulevard St. Denis sampai Fauborg St-Denis. Jika kita menggunakan metro, kita bisa turun di stasiun Strasbourg-St. Denis. Satu daerah yang banyak dihindari oleh warga Paris, karena daerah yang cukup rawan kriminalitas. Kenapa saya blusukan ke sini? Karena passage ini, merupakan salah satu bagian dari sejarah kota Paris.

Passage Prado, adalah passage yang didirikan pada tahun 1785, yang awalnya adalah passage terbuka yang pada tahun 1825 menjadi passage tertutup. Seperti passage-passage yang lain, keunikan dari passage ini, adalah atap kaca yang memberikan sinar matahari bebas masuk menerangi jalan kecil ini. Selain itu, di passage Prado ini adalah hiasan warna-warni yang menghiasi di sepanjang kisi-kisi plafon.

IMG_2972

Menyusuri passage ini, saya dibuat “kagum” dengan banyaknya salon rambut baik untuk wanita atau laki-laki. Bahkan saya melihat antrian yang panjang untuk masuk ke salon-salon tersebut. Dan pelanggan dari salon-salon tersebut adalah orang-orang yang berasal dari benua Afrika.

IMG_2976

Di ujung passage, tampak sebuah hotel dengan sebuah dome di tengah-tengahnya yang merupakan titik pertemuan dari passage Brady. Sebuah passage dengan panjang 216 meter ini, didirikan oleh seorang pedagang yang bernama Brady pada tahun 1825.

IMG_2987

IMG_2986

Tidak jauh berbeda dengan passage Prado, di sini, sayapun melihat begitu banyak salon kecantikan. Yang membedakan hanyalah para pelanggan di sini adalah mereka-mereka yang berasal dari India atau Pakistan. Berjalan di sini, aroma rempah-rempah dan masakan kari tercium sangat tajam. Tidaklah mengherankan jika aroma ini tercium dengan kuat, hal ini disebabkan banyaknya restaurant India di sepanjang passage ini. Tampak pula toko-toko yang menjual baju-baju atau produk makanan atau kecantikan dari India. Tidaklah mengherankan jika begitu banyak warga atau produk dari India di passage ini, karena sejak tahun 1970-1980 menjadi salah satu tempat perdagangan kaum pendatang dari India atau Pakistan.

Walaupun berjalan di sepanjang jalan ini ada sedikit rasa was-was, saya sangat menikmati acara blusukan saya. Paris tidak hanya gemerlap tapi ada sisi lain yang menjadi bagian Paris yang “termaginalkan.” Dan Paris bukan cuma Champs Elysées…..