Pendidikan di Perancis

Beberapa waktu yang lalu saya sempat berbalas komen ama kontak saya tentang pendidikan di Perancis. Dan sistem pendidikan di sini, jauh berbeda dengan negara tetangganya Inggris, Amerika atau Indonesia.

Di Perancis, TK dimulai pada usia 3 tahun, dan lama pendidikan selama 3 tahun, dan untuk masuk TK, diharapkan si anak sudah “bersih” dalam artian tidak memakai popok/pampers lagi. Lama jam sekolah untuk tahun pertama bisa setengah hari, bisa sehari penuh, tergantung kesiapan orang tua ataupun si anak sendiri. Di tahun pertama ini, karena saya tidak bekerja, saya memutuskan untuk menaruh di sekolah hanya setengah hari. Sedangkan di tahun ke-2 dan ke-3 sudah sehari penuh. Dan untuk masuk sekolah, baik TK, SD, SMP, semua berdasarkan rayonisasi. Oleh karena itu, warga Perancis, untuk menetapkan di mana mereka akan tinggal, mereka akan memilh di daerah yang bagus, karena itu semua akan mempengaruhi mutu dari pendidikan anak-anak.

Selesai TK, masuk SD, di mana SD di sini, lama pendidikan adalah 5 tahun. Tahun pertama disebut dengan Cours Préparatoire (CP), tahun ke-2 disebut Cours Elementaire 1re Année (CE1), tahun ke-3 disebut dengan Cours Elementaire 2e Année (CE2), tahun ke-3 disebut dengan Cours Moyen 1re Année (CM1) dan tahun ke-5/tahun terakhir disebut dengan Cours Moyen 2e Année (CM2). Dan di akhir CM2 ini, tidak ada ujian penentuan kelulusan seperti di Indonesia, selama nilai-nilai si murid layak untuk lulus, mereka akan masuk ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu college/SMP.

Seperti TK atau SD, keberadaan murid-murid sekelas minimum 15 orang dan maks 26. Jika, di satu kelas kurang dari 15 orang, maka kelas tersebut akan ditutup, atau digabung dengan kelas yang lain. Dan kalau lebih dari batas maksimal, protespun akan diajukan oleh para orang tua murid. Jika tidak ada solusi, maka kelas akan tetap berjalan, yang pada akhirnya, hasil dari tahun ajaran itu tidak maksimal untuk kelas tersebut.

Memasuki College, lama pendidikan adalah 4 tahun. Tahun pertama adalah 6e, tahun kedua adalah 5e, tahun ketiga 4e dan tahun kedua 3e. Di beberapa sekolah telah ada program kelas bilingual, yaitu kelas bahasa Jerman. Dan pilihan ini, harus dilakukan di awal tahun, dan di sinilah, telah terdapat pembagian murid-murid yang mempunyai kemampuan lebih, sedang-sedang saja atau di bawah rata-rata. Biasanya anak-anak yang mempunyai kemampuan di atas rata-rata, mereka akan masuk kelas bilingual.

Di tahun ke-2 atau 5e, semakin terbagi lagi, karena di tahun ini, akan ada pilihan kelas bahasa Latin. Dan biasanya para orang tua akan menyarankan si anak untuk memilih kelas Latin ini, karena anak-anak yang berada di bawah rata-rata, tidak akan mengambil kelas Latin ini, maka semakin kelihatan sekali anak-anak yang pandai, sedang, atau kurang. Tapi, bukan berarti anak yang mengambil kelas Latin sudah pasti anak yang pandai.

Di tahun ke-3 atau 4e, akan ada kelas European, di mana para murid bisa memilih, Inggris+Jerman, atau Inggris+Spanyol. Jadi, mereka yang tidak mengambil kelas Jerman di awal, mereka bisa memilih Inggris+Spanyol. Atau mereka yang tidak tertarik mengambil kelas European, mereka hanya akan belajar bahasa Inggris. Dan di sinilah titik penentuan untuk si anak, apakah mereka akan melanjutkan ke Lycée/SMA normal atau SMA Kejururan. Lama pendidikan di Lycée adalah 4 tahun. 

Dan untuk sekolah publik, maka semuanya gratis, tidak ada uang masuk ataupun uang buku. Semua buku-buku pelajaran disediakan oleh pihak sekolah. Pendidikan di Perancis adalah dengan sistem full day, untuk TK dan SD adalah 4 hari seminggu, karena hari Rabu mereka libur, tapi sistem ini akan berakhir di tahun ini. Karena untuk tahun ajaran yang akan datang, dari TK sampai SMA adalah 5 hari seminggu, mulai jam 08h30 sampai 16h30. 

Seperti saya tuliskan di atas, mutu dari sekolah ditentukan dari area, maka untuk mereka yang tinggal di area yang kurang bagus, maka akan memasukkan si anak ke sekolah swasta. Tapi, bukan berarti ereka yang memasukkan anaknya di sekolah swasta, karena mereka tinggal di daerah yang kurang bagus. Tapi, kebanyakan mereka yang memasukkan di sekolah swasta, kaena daerah mereka tinggal kurang bagus. Dan karena sekolah swasta sudah barang tentu berbeda dengan sekolah publik yang semuanya serba gratis. Perbedaan dari sekolah swasta dan sekolah publik adalah sekolah swasta lebih banyak bantuan dari pihak sekolah (pihak sekolah selalu membantu para murid) berbeda dengan sekolah publik, si murid lebih mandiri, karena pihak sekolah tidak memberikan bantuan secara detail, yang membuat jika murid dari sekolah swasta akan pindah ke sekolah publik, maka mereka harus melakukan test, tapi kebalikan dari murid sekolah negeri yang akan masuk sekolah swasta, karena perbedaan kemampuan anak publik yang lebih mandiri lebih bagus dari pada murid dari sekolah swasta.

Walaupun pendidikan di Perancis boleh dibilang cukup bagus, bukan berarti tidak ada kekurangannya. Seperti beberapa waktu lalu, sempat terjadi demonstrasi besar-besaran dari para pendidik. Hal ini disebabkan karena hilangnya beberapa post dari para guru. Dan nilainya benar kolosal 15 ribu post!!! Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena pemerintah tidak mau mengganti para guru yang telah pensiun dengan yang baru, yang menyebabkan, para murid sempat tidak ada guru pengajar selama 2 bulan, seperti yang dialami Yves dengan mata pelajaran bahasa Jerman. Atau pemerintah memutuskan untuk menutup beberapa sekolah ataupun kelas, karena kekurangan murid.

Melihat apa yang terjadi selama 5 tahun terakhir ini, di mana pihak siswa yang dirugikan dengan tidak adanya guru, kalaupun ada guru pengganti yang kwalitasnya sangat rendah, pemerintah yang baru akan membuka kembali post-post yang sempat dihilangkan oleh pemerintah sebelumnya. Dan saya hanya berharap, pendidikan di Perancis semakin membaik.
Note: foto diambil sama Hugo disaat study tour ke Swis.