Peninggalan Mesir Yang Tercecer….

IMG_0061

Salah satu peninggalan Mesir yang tersisa di Paris yang sangat terkenal adalah Obelisk Luxor yang berada di Place de la Concorde. Monumen Obelisk dengan tinggi 23 meter adalah salah satu dari monumen tertua di Paris yang berasal dari kuil Rasmes II di Luxor, Mesir. Monument yang merupakan simbol dari perdamaian, dan akhir dari revolusi merupakan pemberian dari Mahmet Ali pada tahun 1831.

Di distrik 2, Paris, kita akan mendapatkan alun-alun yang dikenal dengan nama Place du Caire. Place du Caire merupakan salah satu dari 12 Cour des Miracles yang bertebaran di Paris. Cour des Miracles adalah tempat kumuh para pendatang atau imigran tanpa pekerjaan bermukim. Cour des Miracles yang berada di Place du Caire ada sejak abad 13.  Dimana kegiatan para pendatang ini salah satunya adalah mengadakan atraksi “keajaiban.” Dimana di atraksi ini, mereka akan mempertunjukkan bagaimana mereka bisa menyembuhkan orang buta, tuli,  di hari yang sama dengan adanya pengakuan dari para pemainnya. Cour des Miracles inilah yang menginspirasi Victor Hugo di bukunya Misserable.

IMG_0072

 

Di Place du Caire ini, pada gedung yang bernomor 2, kita akan mendapatkan Hieroglif pada dindingnya juga pada tiang penyangganya terdapat 3 kepala dari Dewi mithologi Mesir, Hathor. Bangunan ini didesain oleh arsitektur Barthier, dengan ahli pahat Gabriel-Jospeh Garraud. Jika kita perhatikan di dinding paling atas dari bangunan ini, kita akan melihat salah satu dari Hieroglif tersebut potret karikatur dari Marcellin Auguste Bougenier, yang lebih dikenal dengan sebutan Bougenier. Bougenier adalah seorang pelukis, juga seorang fotografer. Keunikan dari Bougenier hingga menjadikan terukir dalam Hieroglif ini, karena hidungnya yang super besar…!! Bahkan di salah satu bagian dari bukunya Misserable, Victor Hugopun mengolok-olok bentuk hidung dari Bougenier ini di salah satu babnya.

Tidak jauh dari Place du Caire ini, kita akan mendapatkan Passage du Caire. Passage du Caire adalah jalan lorong tertutup dengan atapnya yang terbuat dari kaca, dibangun pada tahun di tahun 1700-an. Merupakan salah satu lorong-lorong tertutup dari 10 lorong tertutup yang ada di Paris yang masih tersisa. Passage du Caire merupakan lorong terpanjang 360 meter. Lorong-lorong ini adalah tempat berdagang di sepanjang sisi-sisinya. Menyusuri Passage du Caire mulai dari Place du Caire yang berada di sebelah Barat, hingga ke sebelah Timur, kita akan sampai ke rue St. Denis. Hingga sini dulu cerita saya bagaimana pengaruh budaya Mesir tercecer di kehidupan sehari-hari Perancis….Yang akan saya lanjutkan dengan cerita rue St. Denis yang legendaris sebagai red areanya Paris…

 

Montmorency,4 November 2014.