Boulevard Cinta

Republique 17 - Nov 2015

Pasca tragedi Paris 13 Nov 2015, ada trauma yang tertinggal mengingat apa yang saya alami saat itu. Setiap kali naik metro, dan mendengar pengumuman metro tidak berhenti di stasiun Republique dada saya berdetak dengan cepat. Trauma itu masih ada dalam diri saya. Bahkan hampir satu minggu lamanya saya berdiam diri di rumah.

Tapi, saya harus melawan rasa takut saya. Life must go on. Walaupun larangan dari suami, saya tetap membulatkan niat saya untuk mengunjungi Place de la Republique. Place de la Republique adalah alun-alun yang berada di perbatasan antara distrik 3, 10 dan 11 kota Paris. Di sinilah tempat berbagai manifestasi dilakukan. Karena di sinilah nama Place de la Republiqe diberikan setelah negara Perancis menjadi sebuah negara Republik Perancis.

IMG_3096

Tampak monumen Marianne berdiri dengan gagah tanpa meninggalkan kesan feminim di sana. Marianne sebagai lambang kebebasan dengan tangan kirinya mengenggam tangkai dari pohon zaitun dan sebelah kanan mengenggam papan berisikan Deklarasi Hak Asasi Manusia. Patung yang terbuat dari tembaga dengan tinggi 9,3 meter dengan dikelilingi oleh simbol dari pedoman yang digunakan oleh negara Perancis, Liberté (Kebebasan), Egalité (Keadilan) dan Fraternité (Persaudaraan).

IMG_3100

Suasana kelabu sangat terasa saat saya berada di sana, berbanding terbalik dengan sinar matahari yang cerah. Hangat matahari seolah tak mampu melawan udara dingin yang terasa menembus jaket yang saya kenakan. Tampak lilin yang mulai redup ataupun mati sama sekali di sana bercampur dengan buket bunga. Tampak pula foto ataupun puisi yang dituliskan oleh para korban ataupun mereka yang berbelasungkawa dengan kejadian 13 November 2015. Ada rasa sedih yang begitu dalam saat saya melihat itu semua…Saya hanya mampu mendoakan agar korban mendapat tempat yang indah di sana, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Dari Place de la Republique, dengan berjalan kaki saya menuju ke Boulevard Voltaire. Berjalan menyusuri boulevard yang tidak besar dengan 2 arus balik, dengan jalan yang panjang. Tampak toko-toko ataupun resto dan kafe berjejer di sisi kiri kanan boulevard ini. Tujuan saya,  tidak lain, adalah menuju salah satu tempat di mana korban terbanyak dari kebabaran orang tak beradab, Bataclan. Dari kejauhan tampak bangunan yang sangat berbeda dengan bangunan di sekitarnya. Sebuah bangunan dengan atap berbentuk pagoda dengan cat  berwarna kuning, akan menarik siapapun untuk melihat ke sana.

IMG_3136

 

Ya…inilah Bataclan. Sebuah gedung konser yang cukup terkenal di kota Paris. Juga salah satu dari monumen bersejarah dari berbagai monumen yang berada di kota Paris ini. Bataclan, sebuah bangunan berbentuk pagoda yang berdiri pada tahun 1864. Tampak sekali arsitektur bangunan ini bergaya China, selain atap pagodanya, juga hiasan di bagian depan yang bercat kuning dan merah yang kuat. Tidaklah mengherankan jika gaya arsitektur Bataclan bergaya dari China, karena asal dari gedung konser ini adalah kafe konser bergaya China, yang bernama Grand Cafe Chinois di masanya.

IMG_3126

Bataclan merupakan simbol kebebasan dari anak-anak muda Paris berekpresi. Di sinilah para musisi rock kelas dunia pernah membuat pertunjukannya. Dari Kylie Minoque, The Police, Genesis, Oasis, hingga Metallica dan juga banyak grup musik lainnya. Bahkan grup musik Dream Theatre pun merekam album mereka Once in Live Time di sini. Hingga grup band Eagles of Death Metal yang meninggalkan kenangan kesedihan yang mendalam bagi seluruh dunia, dan para korban khususnya.

IMG_3131

 

IMG_3143

 

Pembantaian oleh orang-orang tak beradab telah membantai puluhan anak muda dengan usia 18 hingga 20 tahun. Ataupun orang-orang yang berjiwa muda. Begitu banyak orang-orang yang terkasih harus kehilangan orang-orang yang dicintai. Orang tua kehilangan anaknya, istri yang kehilangan suaminya, ataupun sebaliknya, anak-anak yang kehilang ibu atau bapaknya. Mereka yang harus kehilangan sahabat ataupun pacar mereka. Tampak pecahan kaca yang berserakan di depan gedung konser yang tertutup terpal dan dijaga ketat oleh polisi. Tampak pula foto, bunga puisi, lilin di depan gedung ini. Juga di seberang jalan, tampak pula bendera dari berbagai negara ditempelkan di pagar besi. Air mata saya tidak dapat tertahankan melihat foto-foto dari korban barbarik orang tak bertanggung jawab. Saya bisa merasakan duka yang dalam dengan melihat dari foto-foto yang ditempelkan oleh keluarga korban. Air mata dan doa saya panjatkan kembali, doa akan duka kemanusiaan yang terampas. Duka akan kesombongan, kesewenang-wenangan. Melihat foto dari para korban yang terampas ajalnya. Ada nyawa yang terengut dengan sia-sia di sana….Korban yang nyata bukan hanya boneka semata….!!

IMG_3148

Teroris tidak mempunyai agama, ataupun warna kulit. Saya meyakini apa yang terjadi di Paris, 13 November 2015 hanyalah kelakuan orang-orang tak mempunyai prikemanusiaan, tak bermoral yang mengatas namakan agama. Ada duka, takut yang tersisa. Duka dan takut bukan hanya milik orang Perancis berkulit putih, tapi juga kami para kaum imigran. Duka dan takut yang bukan hanya milik kaum Nasrani, tapi juga pemeluk agama lain. Duka dan rasa takut mereka yang telah kehilangan orang-orang tercinta, orang-orang yang berada di tempat kejadian.

Jika teroris tidak mempunyai agama dan warna kulit. Mari kita sebagai orang yang mempunyai kepercayaan, nurani, rasa kemanusiaan, bergandeng tangan melawan kekerasan apapun bentuknya…Mari kita bersama menyebarkan kebaikan. Doa yang tak ada putusnya bagaikan boulevard yang tak berujung….