Pojok Malaikat

IMG_7768

Ketika saya mengunjungi satu tempat, ada satu hal yang sangat saya nikmati adalah nyasar. Karena dengan nyasar atau tersesat, seringkali saya mendapatkan sebuah kejutan. Baik kejutan manis atau pahit. Bahkan, saya pernah nyasar di Hyde Park London yang luas, dan setelah memutari taman yang luasnya 19 hektar ini, saya kembali di point awal saya tersesat…:)

Beberapa waktu yang lalu, kembali saya mengunjungi kota London yang indah. Menginap di sebuah hostel yang berada di daerah Bermondsey, tidak jauh dari Sungai Thames. Dari obrolan dengan pemilik hostel, dia menyarankan untuk mengunjungi sebuah pub tempat grup band Beatles menghabiskan waktu senggangnya di pub tersebut. Dengan berbekal petunjuk pemilik hostel, sayapun melangkahkan kaki menuju pub tersebut. Karena menurut petunjuk yang diberikan tidak jauh dari tempat penginapan.

Setelah menyususri tepi sungai Thames, sayapun menemukan sebuah pub yang berada di pinggir sungai Thames seperti petunjuk yang saya dapatkan. Sebuah pub bercat merah, yang berada di ujung sebuah jalan. Tepat di atas pintu masuk, tertulis nama pub tersebut “The Angel,” dengan sejarahnya. Sayapun melangkahkan kaki masuk ke pub tersebut.

IMG_7888

The Angel, sebuah bangunan yang berdiri pada awal abad ke 17. Merupakan bangunan yang berada di tengah hiruk pikuknya pusat perdagangan sungai Thames yang penuh dengan pemukiman kumuh. Dari gedung inilah seorang hakim yang terkenal di eranya, Judge George Jeffreys atau yang lebih dikenal dengan “Hanging Judge” menyaksikan  persiapan tempat hukuman gantung dilakukan kepada para bajak laut, pencuri. Dari The Angel inilah, George Jeffreys menyaksikan hukuman gantung yang dilakukan di seberang sungai Thames ini. Dan dari sini pula, dia menyaksikan keberangkatan Kapten Cook melakukan persiapan perjalanannya menuju benua Australian.

Memasuki pub ini, tampak sekali bahwa usia pub ini tidak muda lagi. Menaiki anak tangga yang terbuat dari kayu untuk menuju lounge yang berfungsi sebagai restaurant dan berada di lantai atas, terdengar bunyi derit kayu yang mulai dimakan usia. Di dinding lounge ini, tampak foto-foto reproduksi dari bangunan The Angel dengan sedikit sejarahnya yang tertulis di bawah foto tersebut. Dari balik jendela kaca yang besar, tampak dari kejauhan Tower Bridge.

Untuk menikmati keindahan sungai Thames yang sibuk dengan lalu-lalang kapal yang membawa wisatawan, ataupun kapal yang dagang, kita bisa menikmati di teras yang terletak di belakang dari bangunan ini. Tampak di kejauhan Tower Bridge juga Shard Tower ditemani segelas bir Samuel Smith’s, so British…..:)

IMG_7782

Di depan pub tampak sebuah bangunan kuno dengan halamannya yang luas. Dari papan keterangan yang ada di depan taman tersebut, ternyata rumah yang besar dangan halaman yang luas tersebut adalah rumah tempat berlibur/beristirahat dari Raja Edward III. Dari sisi lain taman ini, Raja Edward III bisa menggunakan jasa kapal jika dia harus ke kota. Dan kabarnya rumah peristirahatan ini dibangun hanya digunakan atau dikunjungi pada saat sang raja ingin berburu elang.

Jika Pub ini bisa bercerita, mungkin banyak yang akan dia ceritakan sejarah yang terjadi sepanjang abad yang terjadi di pub tersebut, sungai Thames ataupun di area itu sendiri.

Sekembali saya ke hostel dan menceritakan riwayat dari Pub ini, sang pemilik hostel mengatakan bahwa saya telah salah masuk pub. Karena ciri-ciri interior dari pub yang digambarkan berbeda dengan pub The Angel ini. Dan saya tidak menyesal telah nyasar di pub ini. Salah satu pub terbaik dengan pemandangan yang indah.