Perkampungan Rusia Di Paris

IMG_3643

Salah satu Izba

Jika kita mendengar atau melihat kata “Bistro” yang digunakan untuk restaurant atau kafe, sebenarnya kata Bistro ini berasal dari Rusia. Yang berarti “cepat.” Yang banyak digunakan oleh para tentara Rusia pada saat kedatangannya di Perancis di abad ke 18, untuk meminta air secara cepat. Dan kata Bistro hingga kini banyak digunakan untuk nama beberapa restaurant di negara Perancis.

Kebebasan berekspresi dan budaya di Perancis yang dilakukan oleh Pierre le Grand pada tahun 1672-1725, membuat ketertarikan para pelancong dari Rusia pada abad ke 18. Untuk menghindari dari ide-ide dengan terjadinya Revolusi Perancis, Tsarina Catherina II,  pada Agustus 1790 mengeluarkan ukaze atau maklumat yang melarang untuk mengunjungi Perancis.

Hingga pada tahun 1917 saat terjadinya Revolusi Boshevik atau lebih dikenal dengan Revolusi Oktober, yaitu revolusi yang dilakukan oleh pihak Komunis di Rusia yang dipimpin oleh Lenin, membuat para Imperialis Rusia dengan sebutan “kaum putih” yang bersebarangan dengan “kaum merah” sebutan Komunis melarikan diri ke Perancis.

Perancislah yang paling banyak menerima para pelarian dari Rusia ini. Hampir setengah dari seluruh pelarian Rusia ini. Dan mereka banyak tinggal di distrik 15 dan 16 dari kota Paris. Untuk menjaga budaya dan ritual mereka, maka banyak peninggalan-peninggalan dari Rusia yang masih terjaga dengan baik hingga saat ini. Khususnya gereja-gereja Orthodox.

salah satu gereja Orthodox di distrik 15

salah satu gereja Orthodox di distrik 15

Salah satu desa kecil dengan model pondok-pondok Rusia yang terbuat dari kayu atau Izba dalam bahasa Rusia, masih terjaga dengan baik di distrik 16 Paris. Satu dari 4 Izba ini dibawa khusus dari Paris untuk Pameran/Eksposisi yang diadakan pada tahun 1867, sedangkan 3 lainnya dibangun di kota Paris sesuai dengan aslinya yang diprakarsai oleh komite Eksposisi Rusia.

Untuk melihat keindahan Izba ini tidaklah mudah, karena perkampungan ini telah menjadi hunian. Ada code yang hanya dimiliki oleh para penghuni. Saya bisa masuk dan mengambil foto-foto dari Izba ini bak paparazzi yang mencari akal untuk bisa menyelinap, walaupun desa kecil yang berada di pusat kota Paris ini telah menjadi salah satu Cagar Budaya kota Paris.