Sebuah Pelajaran Di Saat Liburan

SAMSUNG CAMERA PICTURES

 

Aura liburan musim panas masih terasa di beberapa negara di Eropa, Perancis khususnya. Sayapun baru kembali dari liburan ke Indonesia atau mudik. Sebuah liburan tahunan yang selalu kami lakukan. Perasaan exciting meliputi saya, dan anak-anak yang selama 1 tahun tidak bertemu dengan oma, tante, om dan sepupunya.

Kepulangan saya kali ini nyaris tidak terorganisir dengan baik. Persiapan yang nyaris asal-asalan, tidak seperti biasa yang saya lakukan. Hal ini terjadi, karena 2 minggu menjelang kepulangan saya, saya masih disibukkan dengan urusan organisasi yang saya gawangi. Urusan untuk mempersiapkan acara Indonesia Day. Sebuah acara yang benar-benar menyita waktu dan energi. Bahkan setelah acara berakhir, saya masih harus disibukkan dengan pembubaran panitia, ataupun acara syukuran dengan pihak KBRI.

Breffff…., acara Indonesian Day dan tetek bengeknya sudah berakhir. Kembali, saya harus pontang-panting dengan persiapan exam dari anak bungsu saya. Energi saya benar-benar terkuras, juga waktu.

Saya yang biasanya membawa buah tangan walaupun kecil, selalu ada untuk keluarga dan orang-orang tercinta. Tapi, kali ini, lupakan oleh-oleh… Persiapan packing 2 hari menjelang keberangkatan. Apalagi bukan 1 atau 2 koper yang saya persiapkan, tapi 5 koper….!! Saya sepertinya sudah kehabisan tenaga untuk persiapan mudik kali ini. Dari acara packing, tiket dan reservasi hotelpun sudah saya siapkan.

Hari H, horeee…mudik…., melupakan kepenatan selama setahun. Berangkat dengan 2 bujang saya, kamipun berangkat menggunakan taksi. Suami tercinta, akan menyusul ke Indonesia 2 minggu kemudian.

Di bandara Charles de Gaulle, tampak antrian yang panjang di depan counter check-in. Acara check-in berjalan lancar. Memasuki ruang tunggu, terdengar dari pengeras suara yang memberitahukan diketemukan koper tak bertuan. Wuah….,alamat bakal terlambat keberangkatan pesawat yang saya tumpangi, batin saya. Dan ternyata kekhawatiran saya benar terjadi. Selain karena diketemukannya koper tak bertuan juga adanya kontrol teknik. Keterlambatan ini memakan waktu 2 jam dari jadwal yang ditentukan. Tsshhh…

Sesampai di bandara Changi, bandara di mana pesawat kami melakukan transit, saya tertinggal pesawat!! Yang mengharuskan saya harus menunggu selama 3 jam untuk pesawat berikutnya. Dan kelelahan saya semakin bertambah, karena rute yang harusnya dari Singapore langsung ke Surabaya, harus berbelok melalui Jakarta. Hal ini dikarenakan karena tidak adanya penerbangan ke Surabaya hari yang sama….!! Wuah…., perjalanan yang seharusnya hanya 17 jam, menjadi 30 jam…..,begitu kaki saya memasuki halaman rumah ibu saya tercinta.

Kelelahan karena perjalanan yang panjang bercampur dengan jet lag, membuat saya “terkapar” beberapa hari. 10 hari dari masa-masa jet lag, datanglah P-J yang terlambat datang dari jadwal yang seharusnya. Keterlambatan kali ini, bukan karena adanya koper tak bertuan, atau kontrol tekhnik. Keterlambatan yang disebabkan karena bandara Juanda di tutup. Di tutup karena Gunung Raung yang sedang memuntahkan asapnya.

Sehari setelah sampai di rumah ibunda tercinta, saya sekeluarga melakukan acara liburan bersama di Batu, Malang. Perjalanan Surabaya – Malang yang harusnya 2 jam, harus kami tempuh 4 jam saja sodara….!! Liburan Lebaran membawa orang-orang Surabaya untuk berlibur ke Malang dan sekitarnya. Jalanan tol yang merambat, pengendara yang asal serobot begitu ada tempat luang…. Ampun…., sepertinya infra struktur di Indonesia benar-benar diperhatikan juga kedisplinan pengendaranya juga harus dididik kembali….

Menikmati kesejukan kota Batu tidak diikuti untuk bisa menikmati ketan durian yang lezat. Lebaran membuat banyak restoran atau toko kudapan yang tutup… Tidak terjadi dengan tempat rekreasi yang penuh dengan pengunjung. Yves dan Hugo kembali menikmati berbagai permainan di BNS.

Tanggal 19 Juli, setelah menikmati keramaian di BNS, menjelang tidur, iseng-iseng saya membuka hp saya. Sebuah e-mail masuk. E-mail dari resort tempat saya menginap di Sumbawa. Pesan yang isinya mengkonfirmasi akan adanya mobil penjemputan di Bandara Sumbawa Barat besok pagi. Besok pagi….?! Pesan itu saya baca kembali, pesan singkat yang membuat saya terkejut. Ya…,besok pagi, tanggal 20 Juli, penjemputan pihak resort. Paniklah saya juga suami…. Jarum jam sudah nyaris menunjukkan pukul 24:00 WIB. Kagaduhanpun terjadi antara saya dan suami. Suami menyuruh mengecek tiket untuk ke Sumbawa. Sial…,tiket saya tinggal di Surabaya. Koneksi internet sangat lambat. Ting…, saya teringat bahwa konfirmasi tiket sempat saya foto di hp saya. Sayapun mengecek tiket tersebut. Dan…memang tiket keberangkatan adalah tanggal 20 Juli. Pulang ke Surabaya malam itu, tidak mungkin. Anak-anak sudah tidur. Segera saya bereskan barang-barang saya. Jam 5 pagi, sayapun kembali ke Surabaya.

Perjalanan pulang ke Surabaya untung berjalan lancar, 2 jam. Segera saya keluarkan barang-barang dari Batu yang dingin, berganti dengan mengisi baju-baju liburan ke pantai. Acara packing dan unpacking adalah bagian dari acara liburan selama liburan di Indonesia. Acara packing, sarapan selesai, lanjut menuju bandara. Saat akan menuju bandara, sayapun menuju ATM untuk mengambil uang untuk keperluan selama di Sumbawa Barat. Sial….,kartu ATM saya selama di Indonesia entah di mana!! Panikpun kembali melanda di sepanjang perjalanan menuju bandara. Telpon ke CS pihak bank dilakukan oleh kakak saya. Ternyata kartu ATM saya telah tertelan oleh sang mesin. Untung, malaikat tak bersayap selalu menemani saya, keponakan saya menawarkan untuk menggunakan kartu ATMnya. Lega….

Liburan selama di Sumbawa Barat berjalan dengan lancar, tidak ada kejutan-kejutan seperti yang saya alami sebelumnya. Semua berjalan sesuai dengan rencana yang telah saya lakukan sebelumnya. Anak dan suami sangat menikmati keindahan Pulau Sumbawa.

Kembali ke Perancis, persiapan dan perjalananpun berjalan dengan lancar. Tidak ada kejadian yang saya alami pada saat keberangkatan ke Indonesia.

Sebuah pelajaran dari kejutan-kejutana yang saya alami, bahwa untuk selalu menyimpan konfirmasi tiket, hotel di email ataupun berupa capture foto di kamera hp. Juga untuk menyimpan copy passport kita di email kita, jika nasib sial menimpa kita. Misalnya, kita kecopetan. Semoga cerita heboh saya ini, juga menjadikan pelajaran untuk mempersiapkan segala sesuatu jauh-jauh…hari, walaupun cuma acara berlibur. Selamat menikmati sisa libur musim panas….