Secuil Cerita Dari Eiffel Tower

Menyebut kota Paris, selalu identik dengan menara Eiffel. Menara yang menjulang dengan ketinggian 312 meter ini, akan dapat terlihat di beberapa penjuru kota Paris. Bahkan, saya yang tinggal di Paris coretpun, bisa melihat puncak Eiffel dari kamar anak saya. Menara yang dengan arsiteknya Gustav Eiffel ini dibangun pada tahun 1887, awalnya adalah ditujukan untuk Exposition Universal pada tahun 1889.

IMG_3484

Melihat menara Eifel yang berdiri dengan anggun, tidaklah mengherankan jika menjadi jujugan para turis dari mancanegara. Menara yang terdiri dari 3 lantai, para pengunjung akan bisa melihat keindahan kota Paris dari puncaknya.

Di balik kemegahan dan keindahan menara ini, ada yang terlewatkan dari para turis. Di lantai 1, persis di atas lekukan yang menyerupai busur, terukir nama 72 dari ilmuwan, insinyur, ataupun industriawan yang telah mendedikasikan ilmunya kepada Perancis pada tahun 1789-1889. Yang mana nama mereka terukir dengan emas murni. Tertutup oleh cat pada saat renovasi di abad ke 20.

Di ke-4 sisi menara ini, terukir nama-nama para ilmuwan. Yang mana, diantara nama-nama tersebut, tidak satupun tertera nama wanita. Karena keterbatasan tempat, nama-nama keluarga yang terukir di sana tidak melebihi dari 12 karakter. Beberapa nama yang tercantum di sana, adalah Charles Sainte-Calire Devile (geologist dan meteorlogist), Boussingault (ahli kimia), Henri Milne-Edwards (zoologist).

IMG_3598

Di sebelah Barat pilar dari Eiffel, tampak sebuah menara yang terbuat dari batu bata yang digunakan sebagai cerobong asap. Cerobong asap ini digunakan untuk pembuangan asap dari ruangan mesin yang berada di pilar sebelah Selatan. Yang mana pembuangan asap ini dihubungkan oleh sebuah canal.

Menara Eiffel yang berdiri dengan anggun saat ini, menyimpan sekelumit cerita yang tidak banyak diketahui oleh fansnya.