Semua Ada Aturannya

IMG_4219

Bagi para pelancong, sebelum melakukan perjalanan ada beberapa tujuan yang harus disiapkan. Berlibur untuk menikmati keindahan alam, atau sejarah dari sebuah tempat. Seperti yang sering saya lakukan dalam melakukan sebuah perjalanan. Saya akan mempertimbangkan sebelum melakukan perjalanan. Dan sering kali saya memutuskan untuk mengunjungi satu tempat adalah kombinasi ke-2nya. Lanskap dan sejarah.

Jika saya memutuskan untuk melihat sejarah satu kota/negara, maka museum jujugan saya. Kunjungan ke museum bukan hanya sekedar foto di depan gedung museum, tapi saya akan membuka dompet saya.

Beberapa kali saya mengunjungi museum di berbagai negara Eropa. Selain menikmati benda-benda yang dipamerkan, sayapun menikmati keindahan dari beberapa museum. Dan sayapun melihat tingkah laku dari para pengunjungnya. Para pengunjung dari Barat mereka akan menikmati setiap detail, baik keterangan ataupun object dari koleksi yang dipamerkan dari museum. Suasana museum begitu tenang. Bahkan beberapa pengunjung akan duduk di depan sebuah lukisan sambil memandang beberapa menit di depannya.

Pada saat mengunjungi sebuah museum di New York, saya sempat dibuat gondok ama kelakuan serombongan turis dari China. Mereka dengan tidak malu-malu untuk berbicara dengan intonasi suara yang tinggi. Ataupun berfoto di setiap sudut atau ruang museum. Dan yang parahnya, mereka menyentuh atau memegang objek yang ada. Dan merekapun mendapat teguran dari penjaga museum.

Sudah lama saya tidak mengunjungi museum di Indonesia. Saya teringat beberapa waktu yang lalu. Keadaan museum-museum di Indonesia yang kurang terawat keadannya, menyedihkan. Hingga, kepulangan saya bulan Februari yang lalu, saya mengunjungi museum Asia-Afrika, Bandung. Museum yang tidak dipungut biaya masuknya tampak banyak dikunjungi oleh berbagai kalangan.

Begitu memasuki gedung museum, tampak blitz dari kamera berkelebatan di beberapa tempat. Di setiap sudut, di mana ada object koleksi dari museum, maka akan ada pengunjung yang berfoto ria. Di hall museum yang nyaman, begitu banyak pengunjung yang berselfie atau menggunakan tongsis. Bahkan saya menegur segerombolan anak muda yang berselfie ria di satu tempat, di depan lemari dinding yang berkaca selama 10 menit. Saya merasa terganggu, karena saya tidak bisa membaca keterangan dari foto-foto tersebut. Gondok beneran….!!

Melihat perilaku para pengunjung museum di Indonesia, juga turis yang berasal dari China, membuat saya berpikir. Apa yang mereka cari untuk mengunjungi sebuah museum? Jika mereka tidak tertarik untuk mengetahui sejarah dari apa yang ada di museum, mendingan tidak usah untuk ke museum. Karena perilaku mereka betul-betul mengganggu para pengunjung yang ingin menikmati keindahan sebuah museum.

Banyak yang tidak sadar, bahwa untuk mengunjungi sebuah museum ada aturan yang tidak tertulis dan harus dipahami oleh semua pengunjung. Aturan untuk tidak bersuara dengan intonasi tinggi atau berisik. Dan mengambil fotopun ada aturannya, salah satunya tidak boleh menggunakan blitz, yang aturan baru tidak boleh menggunakan tongsis. Walaupun aturan tersebut tidak tertulis di setiap museum, tapi ada juga yang tertulis lewat gambar yang banyak dipasang di dinding beberapa museum.

Semoga kita menjadi turis yang menyenangkan, selain untuk diri sendiri juga orang lain. Museum bukan pasar, ataupun kebun binatang. Jadi ada aturannya, walaupun tidak tertulis di setiap museum ataupun di setiap sudut dinding museum.