Semua Karena Uang

 

Kakak saya baru saja meninggalkan Perancis, setelah hampir 3 minggu mengunjungi saya, adiknya. Tentu saja kedatangan kakak saya, saya sambut dengan riang gembira, dengan mengajaknya mengunjungi beberapa tempat wisata di Perancis, juga mengunjungi beberapa tempat wisata di Paris.

Dari kunjungan ke tempat-tempat historik di Paris, salah satu kegiatan yang tidak luput dari para turis adalah belanja…..Hal sama yang dilakukan oleh kakak saya. Membeli oleh-oleh berupa cendera mata khas Paris dengan Eiffel sebagai iconnya, dari t-shirt, gantungan kunci, magnet, dompet, parfum hingga tas. Dari hasil kerja sebagai guide yang pernah saya lakukan beberapa waktu yang lalu, saya mengetahui, bahwa dengan berbelanja minimum 175 Euro, para turis bisa mendapatkan tax refund sebesar 12%. Demikian pula yang dilakukan oleh kakak saya, dari beberapa hasil belanjanya, dia bisa mendapatkan tax refund, yang mana uang dari tax refund tersebut bisa diambil di bandara sebelum keberangkatan.

Pada hari H kepulangannya, saya dan suami mengantar ke bandara lebih awal, dengan tujuan untuk mengurus tax refund yang saya tidak tahu seberapa panjang antriannya. Pukul 08h45 kami, sudah di bandara, dan di bagian tax refund belum terlihat banyak para turis di sana. Urusan untuk mendapatkan stempel dari bea cukai berjalan lancar. Hingga di bagian pengambilan uang, tampak beberapa orang yang sudah mulai mengantri, dengan 4 loket yang telah dibuka.

Sebelum mengambil uang, kami diharuskan mengambil tiket antrian, dan sang petugas menanyakan mata uang yang kami inginkan, pilihan yang ditawarkan pada kami Dollar dan Euro, pilihan kakak saya adalah Euro. Nomor E55 adalah nomor urutan dari antrian kami. Tampak di 2 loket dengan nomer E 43 , E 44, D9, D10. Hingga selesai transaksi di loket D9 dan D10, berganti ke no E45, E 46, dan loket E 43, E 44 pun berganti dengan nomor E yang lain. Hingga di 3 loket yang masih dengan no E 52, E 53, dan E 54 dan D D 11. Tiba-tiba saja, saya perhatikan loket E52, loncat menjadi D12, juga diikuti loket yang semula bernomor E menjadi D, yang pada akhirnya ke 4 loket berubah menjadi D semua, dan yang mendapat giliran setelah saya perhatikan adalah orang-orang yang kedatangannya jauh….dari saya atau beberapa orang lain yang telah mengantri lebih dulu.

Sempat sedikit terjadi adu mulut antara saya dan suami saya, karena saya sudah curiga, bahwa initial E untuk Euto dan D untuk Dollar, dan saya mengatakan kepada suami bahwa yang mereka prioritaskan adalah mereka yang ingin mengambil uang mereka dalam bentuk dollar, tapi suami saya membantah, karena secara logika tidak mungkin….., tapi ternyata tebakan saya benar adanya. Dan….di sinilah awal huru-hara yang saya lancarkan. Protes kepada petugas saya lontarkan, saya katakan, bagaimana mungkin mereka mendahulukan orang-orang yang datangnya jauh….di belakang saya atau mereka yang telah mengantri terlebih dahulu hanya karena mereka mengutip uang tax refund berupa dollar. Dan kenapa bukan mereka yang mengutip berupa Euro yang menjadi prioritas, karena Perancis ada di zone Euro??

Aksi protes sayapun diikuti beberapa orang, yang pada akhirnya membuahkan dengan dibukanya satu loket untuk E = Euro. Ternyata sodara-sodara……, di sana, di bagian tax refund, mereka memprioritaskan mereka-mereka yang akan mengambil uang mereka berupa dollar, dan alasannya tidak lain adanya kutipan berupa komisi sebesar 8%!!! Sebuah komisi yang cukup besar dan bisnis terselubung rupanya…..!!

Sebuah tambahan ilmu buat saya khususnya untuk berhubungan dengan tax refund di Perancis, untuk mengambil pengembalian uang sebaiknya dalam bentuk dollar, kecuali memang kita punya banyak waktu untuk jadwal keberangkatan kita, atau kalau masih ngotot pingin dalam bentuk Euro dengan waktu yang mepet, siap-siap aja kejar-kejaran ama pesawat yang membawa kita :p

Semoga bermanfaat dan met jalan-jalan….


Photo diambil dari sini, https://itunes.apple.com/fr/app/my-airport-service-officiel/id322543617?mt=8

 

Montmorency, 21 May 2013.