Sepenggal Cerita Dari Rue Montorgueil

IMG_4834

Rue Montorgueil, sebuah jalan yang cukup tua di kota Paris. Jalan berpaving, yang ada sejak abad ke 13. Menyusuri jalan yang berada diantara distrik 1 dan 2 Paris ini, tampak deretan toko-toko kue, wine, kafe, berbagai restaurant, toko ikan, hingga toko daging.

IMG_4836

Tak tampak keistimewaan dari deretan toko-toko di sepanjang jalan ini. Tapi…begitu banyak cerita di jalan ini. Jika kita memperhatikan pedestarian yang dilewati oleh pejalan kaki, terdapat sebuah plakat yang ditanam di pedestarian ini. Sebuah plakat untuk mengenang peristiwa penahanan dari pasangan gay, Bruno Lenoir dan Jean Diot. Peristiwa yang terjadi di jalan ini pada tanggal 4 Januari 1750. Dan pasangan ini, menjalani akhir hidupnya dengan dibakar di Place de Grève. Tempat ini sekarang dikenal dengan nama Hotel de Ville. Dan hukuman untuk kaum gay di Perancis berakhir pada tanggal 6 Juli 1750.

Tepat di nomor 51 dari jalan ini, tampak sebuah toko roti yang tidak ada keistimewaannya. Sama seperti toko roti yang lain. Stohrer, tulisan yang tampak di atas dekat atap toko ini. Toko berwarna biru dengan simbol mahkota dengan dengan atap terpal berwarna kuning yang mencolok mata.

IMG_4796

Stohrer adalah toko roti tertua di Paris. Di mana nama ini berawal dari pemilik toko ini. Seorang chef kue dari kerajaan Polandia. Dimana saat putri dari sang raja Polandia ini, Marie menikah dengan raja Louis XV. Saat sang pengantin menempati rumah barunya di istana Versailles, sang putri membawa chef dari Polandia, Nicolas Stohrer. 5 tahun kemudian, Nicolas Stohrer membuka toko kue ini.

Memasuki toko kue yang berdiri sejak tahun 1730 ini, tampak lantainya dengan warna kotak-kotak kecil biru, putih dan emas dengan tulisan “Stohrer” saat kita melangkah di pintu masuk. Di balik lemari-lemari kaca tampak berbagai jenis kue terpajang di sana. Macaron, tarte, eclair, juga berbagai macam kue. Juga tampak berbagai macam coklat dengan kemasannya yang berwarna-warni.

Di balik lemari kaca ini, tampak sebuah lukisan seorang wanita yang berdiri dengan anggunnya dengan selembar kain tipis yang menutupi tubuhnya. Tampak di sebelah kiri dan kanannya membawa kue baba au rhum dan « puits d’amor .» Langit-langit dari toko ini, kita akan melihat lukisan buah-bauhan dan bunga yang sangat indah. Keindahan dari dekorasi dari toko kue ini hasil karya dari seorang maestro, Paul-Jacques-Aime Baudry. Seorang pelukis yang melukis dari plafon dari Opera Paris, dan salah satu dari koloborasi pelukis dari istana Chantily. Jadi tidak mengherankan jika toko kue ini telah menjadi salah satu monumen historik dari kota Paris.

Seperti lukisan yang terpasang di dinding toko kue ini, seorang wanita yang membawa kue baba au rhum dan « puits d’amor .» Dan baba au rhum adalah spesialisasi dari toko kue Stohrer ini. Kue yang asalnya dibuat untuk memenuhi dari Raja Polandia karena roti yang dia makan selalu terasa kering. Maka dibuatlah roti dengan campuran wine dari Malaga.

IMG_4801

Berawal dari baba au rhum, Nicolas Stohrerpun menciptakan baba au chantily, dengan cream di atasnya dengan hiasan buah di atasnya. Juga Alibaba, Kue ini dibuat untuk memenuhi kegemaran Sang Raja membaca cerita 1001 malam.

Selain baba au rhum, kue eclair au chocolate juga kue yang terlezat di Paris pilihan dari majalah Figaro. Mencicipi baba au rhum ini, akan terasa roti yang lembut di lidah, dengan aroma dan rasa rhum yang kuat. Pun mencicipi eclair au chocolate, harum chocolat dan kelezatannya lumer menjadi satu saat kita mengunyahnya.

Tidaklah mengherankan jika Ratu Elizabeth II pun datang ke toko ini untuk mencicipi kue-kuenya pada saat memperingati 100 tahun perjanjian antara Perancis dan Inggris.