Sosok Hebat Itu Bernama Ibu Risma

 

IMG_3487

Saat saya sedang mengerjakan sesuatu di depan komputer, tiba-tiba sebuah personal message masuk di chat box saya. Ajakan dari seorang mahasiswi yang berasal dari kota kelahiran saya, Surabaya. Ajakan untuk menghadiri sebuah diskusi dengan seorang pemimpin wanita yang menjadi idola oleh masyarakat Surabaya, ataupun masyarakat Indonesia, ibu Risma. Ya…ibu Risma, walikota Surabaya. Dan tentu saja ajakan ini saya terima dengan suka cita. Saya tidak ingin melewatkan kesempatan emas ini. Kesempatan untuk bertemu dengan sosok yang sangat saya kagumi.

Di sela-sela kunjungan kerjanya ke Perancis ini, Perkumpulan Pelajar Indonesia (PPI) Perancis mengundang beliau untuk berdiskusi dengan thema “Manejemen Pembangunan Kota Berkelanjutan: Kunci Mengatasi Tantangan Perubahan Iklim.” Dalam diskusi ini, ibu Risma mempresentasikan apa yang telah lakukan bukan dalam angka-angka semata, tapi lebih ke foto-foto. Seperti yang beliau utarakan, bahwa beliau tidak berbicara secara teori, tapi lebih kekenyataan atau tindakan riil. Dan hal itu telah beliau buktikan baik sebelum menjadi walikota atau hingga beliau menjadi walikota. Di awal presentasinya, ibu Risma bekerja berdasarkan data yang ada, mengambil segala kebijakaan berdasarkan data. Dan alasan beliau ingin membangun Indonesia atau kota Surabaya adalah dari sebuah kalimat, “Jangan bertanya apa yang telah diberikan oleh negara, tapi apa yang telah saya berikan kepada negara.” Nice…..

Dari apa yang beliau utarakan, begitu banyak perubahan-perubahan yang terjadi pada kota tercinta di mana saya lahir dan dibesarkan, Surabaya. Seperti, kebersihan dengan tidak adanya saluran air yang terbuka, bank sampah, hingga pembuatan gorong-gorong. Juga pendidikan bagi anak-anak tidak mampu, dengan didirikan berbagai perpustakaan di berbagai pelosok kota Surabaya, hingga pendirian Rumah Bahasa. Pembangunan infra struktur, dan sudah tentu penghijauan yang luar biasa pesat. Itu dibuktikan dengan dibangunnya berbagai taman kota. Dengan penghijauan dan banyaknya taman kota, membuat suhu dari kota Surabaya turun 2° C dari suhu normal. Luar biasa….!! Bahkan ketika ditanyakan, apa yang dilakukan dengan sampah-sampah di kota Surabaya. Beliau menjelaskan bahwa limbah-limbah dari sampah diolah kembali. Dan di Surabaya terdapat 280 bank sampah. Bahkan sampah-sampah dari TPA telah diolah menjadi listrik dengan kekuatan 10 Megawatt….!!

Dari apa yang diutarakan oleh beliau sebagai seorang walikota terbaik dunia, saya melihat, bahwa beliau adalah seorang pemimpin yang berdedikasi penuh dengan pekerjaannya. Seorang pemimpin yang tidak pernah merasa menjadi seorang pemimpin, tapi lebih ke sebagai seorang pelayan bagi masyarakat. Karena beliau beranggapan bahwa apa yang beliau lakukan tidak lebih sebagai pelayan masyarakat. Dan sebuah kalimat yang beliau tekankan kepada teamnya, adalah jika kita mementingkan masyarakat, maka Tuhan akan memberikan lebih kepada kita dan keluarga kita… Betul-betul sebuah semboyan yang indah dan akan selalu saya ingat.

Ketika disinggung tentang penutupan Dolly, di sini saya melihat sosok seorang ibu. Sosok seorang ibu yang mengkhawatirkan akan masa depan anak-anaknya. Dalam penutupan Dolly, tampak keprihatinan bu Risma akan masa depan anak-anak yang tinggal di kawasan tersebut. Karena bebasnya peredaran minuman keras, juga obat-obatan terlarang, dan yang lebih parah adalah kehidupan seks yang bebas. Bahkan beliau pernah menemukan sebuah kasus, di mana anak berusia 7 tahun telah memperkosa beberapa anak-anak berusia 5 tahun, tragis……!! Air mata saya nyaris meleleh mendengar cerita menyedihkan ini. Bahkan beliau berani melawan orang-orang yang melakukan demo di saat beliau lolos dari pengawalan. Sebuah sosok yang tidak takut untuk membela sebuah kebenaran. Pada saat beliau menunjukkan foto dari para pendemo pasca penutupan Dolly, yaitu sebuah sapi yang berkalungkan kertas dan bertuliskan “Risma,” beliau menyeletuk, “Itu khan sapi, tapi saya khan manusia.” Kamipun tertawa riuh mendengar candaan dari beliau. Dan eks PKS Dolly, mereka diberi pekerjaan untuk mengangkat martabat dan harga diri mereka. Bahkan beberapa dari mereka bekerja sebagai PP Sospol.

Ketika pertanyaan apakah ada kendala dalam pembanguan infra struktur, seperti kesulitan akan pembebasan tanah. Ibu Risma, mengatakan, selama pemerintah menggunakan kata ganti rugi untuk pembebasan tanah, selalu akan pertentangan di sana. Tapi, jika menggunakan kata ganti untung, maka semua pembebasan lahan akan berjalan lancar. Karena pemilik tanah/rumah tidak merasa dirugikan….!!

Ketika ditanyakan apakah yang membuat beliau begitu giat membangun kota Surabaya. Jawaban beliau simpel, bahwa ketika beliau diangkat dan disumpah, di saat itu pula beliau harus menjalankan sumpahnya….!! Seandainya begitu banyak pemimpin di Indonesia mempunyai prinsip seperti beliau, saya yakin Indonesia akan berkembang sangat pesat.

Dan di masa kepemimpinan Ibu Risma sebagai walikota, kota Surabaya telah memiliki 978 perpustakaan pemerintah kota Surabaya, 47 taman kota, Sekolah Bahasa dengan berbagai bahasa yang diajarkan sumbangan dari berbagai kedutaan di Indonesia. Dengan diadakannya pertukaran pelajar atau pengajar ke kota Busan, Korsel. Di saat penutupan diskusi beliau berpesan kepada para mahasiswa Indonesia di Perancis untuk kembali ke Indonesia, membangun Indonesia dan akan dijamin bahwa Indonesia akan jaya…!!

Diskusi dan dilanjut obrolan selama hampir 3,5 jam dengan ibu Risma, membuat saya semakin cinta dengan beliau. Sebuah pemimpin yang sederhana, berdedikasi dengan pekerjaannya, tegas, bekerja dengan hati dan cinta, dan yang terpenting, beliau selalu melakukan pendekatan secara kemanusiaan di setiap kebijakaannya. Jadi tidaklah mengherankan jika beliau sangat dicintai masyarakat Indonesia, dan masyrakat Surabaya pada khususnya.

Pertemuan singkat dan sangat berkesan buat saya. Rasa kagum akan sosok seorang wanita yang berjuang membangun untuk Indonesia. Seorang pemimpin yang jujur, tegas, bekerja dengan cinta, seorang wanita juga pemimpin yang tidak hanya berbicara tapi membuktikan apa yang dia lakukan. Seorang pemimpin yang hanya takut akan Tuhan di setiap kebijkaan yang dia ambil. Saya berharap akan banyak pemimpin di Indonesia mengambil keteladanan beliau juga bagi kita semua, membangun negara tercinta Indonesia tanpa pamrih. Selamat bekerja Ibu Risma, semoga ibu selalu dalam lindunganNYA.