Stasiun Dengan Sejuta Cerita

 

IMG_3060

Saat acara Frankfurt Book Fair sedang berlangsung, sayapun mengunjungi perhelatan bergengsi yang diadakan tiap tahun ini.  Walaupun beberapa kali telah mengunjungi kota Frankfurt, Jerman, baru kali ini saya ke sana dengan moda kereta api. Udara musim gugur terasa dingin, saat saya menjejakkan kaki di stasiun kereta Gare de l’Est. Tampak toko-toko yang masih tutup, beberapa kedai kopi yang mulai buka dengan antrian beberapa penumpang. Jarum jampun belum juga menuju di pukul 7. Menunggu kereta api berangkat, saya sempat menikmati arsitektur stasiun kereta ini. Gare de l’Est yang berarti stasiun kereta api bagian Timur, karena di stasiun inilah untuk kereta api dengan tujuan sebelah Timur dari Perancis diberangkatkan. Terdengan beberapa penumpang berbicara dalam bahasa Jerman. Hal ini dikarenakan di Gare de l’Est ini, keberangkatan kereta-kereta dengan tujuan Jerman atau Swis.

Gare de l’Est adalah stasiun kereta api tertua dan terbesar di Paris dari beberapa stasiun yang ada. Stasiun dibangun pada tahun 1847-1849. Di fasad depan sebelah Barat dan Timur stasiun tampak 2  patung karya dari pemahat Perancis. Patung di sisi Barat melambangkan kota Strasbourg, sedangkan di sisi Timur, melambangkan kota Verdun.

IMG_3066

Memasuki stasiun ini, tampak pilar-pilar yang kokoh dengan langit-langit yang tinggi. Menuju ruang tunggu, tampak sebuah lukisan yang menghiasi dinding, yang sering lewat dari perhatian para penumpang. Sebuah lukisan karya pelukis Amerika, Albert Herter. Sebuah lukisan yang diberikan kepada Perancis pada tahun 1926. Sebuah lukisan yang dibuat untuk mengenang putra dari Albert Herter, Evetir, salah satu dari tentara Amerika yang meninggal di medan pertempuran pada perang dunia pertama. Tidaklah mengeherankan jika Albert Herter, membuat lukisan tersebut. Karena di stasiun inilah para tentara Perancis, menuju medan perang. Dan lukisan tersebut hanyalah simbol dari perpisahan para tentara dengan keluarganya pada tanggal 2 Agustus 1914.

IMG_3074

Tampak 2 jam dinding yang berada di tengah-tengah hall yang menjadi panduan para penumpang, menggambarkan sungai Seine yang membelah kota Paris, dan sungai Rhin yang membelah negara Perancis dan Jerman. Dan di ruang tunggu, tampak langit-langit kaca yang tinggi yang memudahkan cahaya matahari bebas masuk memberikan sinar matahari stasiun ini.

IMG_3071

Pada tahun 1883, dari Gare de l’Est inilah untuk pertama kalinya keberangkatan kereta Orient Ekspres dengan tujuan Istanbul. Bagi mereka yang mereka pecinta karya Agatha Christie dengan salah satu novelnya yang terkenal “Pembunuhan di Atas Orient Ekspres,” masih bisa menikmati kereta mewah Orient Ekspres ini dengan berbagai tujuan. Dan dari Gare de l’Est para penumpang akan berangkat menikmati kemewahan kereta legendaris  ini, Orient Ekspres.

Perjumpaan, perpisahan, sedih, gembira…Ketika para penumpang datang dan pergi di stasiun ini, begitu banyak cerita yang tertinggal yang tak akan  pernah ada hentinya…..