Ternyata Semakin Parah……

Setelah sekian lama saya tidak pernah ngobrol ama salah seorang teman yang tinggal di belahan benua yang lain, beberapa hari yang lalu, saya berkesempatan buat ngobrol ngalur-ngidul cukup lama.

Kami banyak bercerita tentang keluarga kami masing-masing, gossip, kegiatan kami, sampai rencana liburan musim panas yang akan datang, dan….kami berencana untuk pulang kampung.

Dari obrolan tentang rencana kepulangan inilah, kami bercerita tentang bagaimana ribetnya urusan administrasi untuk ijin tinggal, hingga urusan visa untuk anak dan suami.

Teman saya menceritakan betapa panjangnya bak ular melingkar-lingkar antrian di imigrasi untuk mendapatkan VOA. Saya mengatakan bahwa di Surabaya, saya tidak pernah mendapatkan antrian yang panjang, 15 menit saja, urusan visa sudah selesai, tidak seperti di Jakarta yang menurut teman saya tersebut membutuhkan waktu 2 jam….!! Saya bisa membayangkan betapa kesalnya teman saya tersebut, setelah melakukan perjalanan panjang, masih harus mengantri selama itu.

Yang membuat saya syok, pada saat teman saya menceritakan bahwa di imigrasi Indonesia, ada jalur fast track. Sumprit, di benak saya langsung kebayang Disneyland, cuma bedanya, fast track di Disneyland, kita tidak perlu membayar lagi, sedangkan di imigrasi Indonesia (Jakarta), kita diharuskan membayarkan 150 ribu/200 ribu per orang di luar biaya pembuatan visa. Memang semua itu, tergantung masing-masing individu mau memakai fast track, atau jalur legal, dengan resiko harus mengantri 2 jam!!

Dan yang membuat saya kembali tercengang, hal tersebut dilakukan secara terang-terangan, dalam artian, para oknum ini, tidak sembunyi-sembunyi/takut-takut melakakuan hal ini. Para oknum ini, tampak rapi dan berdasi melakukan aksinya.

Setelah mendengar cerita teman saya ini, begitu banyak pertanyaan bergejolak di otak saya, “Apakah memang pelayanan publik di buat seminimal mungkin untuk memberikan peluang yang besar para oknum melakukan pungli?,” ” Sedemikan parahkah korupsi di negara kita?,” “Sudah begitu bobrokah mental para aparat itu?,” “Di manakah suara SBY yang pernah menggembar-gemborkan akan memberantas korupsi atau malah dia dan para anteknya yang telah melegalkan korupsi di Indonesia?”

Ah….sedihnya rasanya melihat negara tercinta semakin lama semakin terpuruk begini….cuma dengan tulisan di blog ini, saya bisa misuh-misuh…..

Montmorency, 14 Dec 2011