Tukang Listrik

Selama tinggal di Perancis, satu hal yang sering saya hindari adalah acara kumpul-kumpul nggak jelas. Bukannya saya tidak suka bersosialisasi, bukan….tapi, saya tidak suka suasana hingar-bingar, yang pada akhirnya obrolannya jadi nggak jelas, kalau tidak boleh dibilang lebih ke pamer.


Tapi, beberapa waktu yang lalu, saya tidak bisa mengelak, karena yang mengundang adalah salah seorang teman yang cukup dekat, dan teman saya ini cukup gaul, jadi tidak mengherankan appartement mungilnya selain penuh dengan manusia, penuh dengan gelak tawa diiringi suara-suara obrolan yang tidak jelas topiknya.

Hingga di tengah obrolan saya dengan para tamu yang lain, salah seorang dari mereka menanyakan di mana suami saya bekerja. Sayapun menjawab, bahwa suami saya bekerja di Perusahaan Listrik Negara. Dan sayapun menanyakan di mana suaminya bekerja, yang ternyata suaminya bekerja di perusahaan minyak, seperti kebanyakan wanita Indonesia di sini.

Di tengah obrolan, dia mengatakan bahwa listrik di rumahnya suka naik-turun voltasenya, dan dengan santainya dia menanyakan, apakah suami saya bisa membetulkan masalah listrik di rumahnya. Dengan sedikit gondok, saya jawab aja, “Suami kamu kerja di perusahaan minyak, bukan berarti kerja di pom bensin, khan?”