Yang Tertua di Paris….

Bahwa di beberapa  tahun yang lalu, kota indah dan romantis, Paris, sempat terendam oleh Sungai Seine. Yaitu pada tahun 1658, 1711, 1740, 1802, dan yang terakhir pada tahun 1910.

Dan ketinggian dari air sungai Seine yang meluap, sempat diabadikan dalam sebuah lempengan batu yang ditempelkan di sebuah dinding di Place Maubert, sebuah alun-alun yang letaknya tidak jauh dari sungai Seine. Di lempengan ini akan tertulis, bahwa banjir yang telah menenggelamkan kota Paris ini, terjadi pada tahun 1711. Dan ketinggiannya, bisa dilihat dari telunjuk suami saya menunjuk.

IMG_0121

Dari Place Maubert, saya berjalan, hingga sampai di sepanjang sungai Seine di depan Cathedral Notre Dame de Paris. Di sini, kita akan menjumpai sebuah taman. Taman Rene Viviani. Di mana, saya yakin tidak banyak orang tahu, bahwa di dalam taman ini, terdapat pohon tertua di Paris.

Pohon yang ditanam pada tahun 1636. Pohon ini dalam bahasa latinnya adalah pohon “Robinia pseudoacacia” atau yang lebih dikenal dengan “Black Locust.” Dan pohon ini diberi nama Jean Robin, untuk menghormati direktur dari “Jardin Apothicaires” yang telah memperkenalkan pohon yang berasal dari Amerika kepada Perancis pada tahun 1601.

IMG_0124

Jika kita menyusuri, distrik 3 Paris, dan tidak jauh dari stasiun metro Arts-et-Metiers, di rue Volta, kita akan menemukan rumah tertua di kota Paris.

Rumah yang dibangun pada tahun 1644, masih terlihat seperti aslinya, sayangnya…rumah tertua ini, di lantai dasarnya dipakai untuk restaurant Vietnam, menghilangkan kecharmingan bangunan tua ini. Dan kabarnya, rumah tertua di Paris ini, diketemukan pada tahun 1979….!!

IMG_0145

Dari distrik 3 kota Paris, saya akan mengajak berjalan mengunjungi distrik 8 kota Paris. Distrik 8 Paris, adalah salah satu distrik “chic” untuk penduduk kota Paris. Di sini terkenal dengan deretan pertokoan dan mall. Mall yang sangat terkenal adalah La Fayette.

Bangunan-bangunannya yang berderet sepanjang jalan ini, kebanyakan bergaya Haussman. Gaya bangunan Haussman ini sangat terkenal di Paris, karena karya salah seorang Baron Haussman di masa pemerintahan Napoleon III yang telah mengukir karya-karyanya di berbagai program untuk pembangunan jalan, atau taman-taman di Paris.

Di antara bangunan bergaya Haussman, kita akan melihat sebuah bangunan bergaya Neo-Moorish (arsitektur yang diadopsi dari arsitektur gaya Eropa dan Amerika, penjelasan dari wikipedia).  Bangunan yang sering kali terabaikan oleh lalu-lalang mereka yang melewatinya. Dan di sinilah merupakan hamman tertua di Paris, abad ke 19 yang hanya tersisa eksteriornya.

IMG_0172

 

IMG_0171