Souvenir From NYC

4
167
views

1. Serba besar.

IMG_0920

Satu hal yang saya perhatikan pada waktu ke luar dari bandara JFK, saya melihat mobil-mobil berukuran besar. Bahkan, kamar hotel tempat saya menginap ukurannya boleh dibilang besar dibandingkan dengan kamar hotel yang ada di Paris. Dan ukuran TV-pun bukanlah ukuran kecil layaknya hotel-hotel di Perancis.

2. Bising

IMG_1338

Kebisingan yang hadir tiap 5-10 menit. Kebisingan yang hadir lewat klakson mobil, sirene pemadam kebakaran, mobil polisi.

3. Bendera

IMG_0625

Tampak rasa nasionalis dari warga Amerika, atau New York pada khususnya dengan berkibarnya bendera Amerika di berbagai gedung kota NYC. Baik gedung pemerintahan ataupun gedung hiburan, spt mall

4. Gedung Pencakar Langit

IMG_0690

Adalah salah satu icon dari kota New York. Tampak deretan gedung-gedung menjulang tinggi, dengan beberapa bangunannya menurut saya rada aneh arsitekturnya. Dan gedung-gedung pencakar langit akan membuat kagum bagi mereka yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di kota ini.

5. Taksi Kuning

IMG_0476

Walaupun saya tidak naik taksi kuning ini selama kunjungan saya ke New York. Taksi berwarna menyolok ini, akan mudah kita dapatkan di setiap jalan di kota New York.

6. Starbucks

10653363_672991456148251_8309695907314868009_n

 

Gerai kopi yang dapat dengan mudah kita temui di setiap sudut kota NY. Bahkan saya sering berpapasan dengan orang-orang yang berjalan tergesa-gesa dengan gelas berlogo merek kopi ini. Dan sepertinya minuman dengan merek ini, seolah-olah telah menjadi minuman nasional….:)

*note foto diambil dari FP Starbucks

7. Asap

IMG_0394

Jika melintasi jalan-jalan di New York,  kita akan melihat begitu banyak yang ke luar dari sela-sela jeruji pembuangan air. Bahkan saya juga melihat, cerobong yang disambungkan oleh pipa yang berasal dari pembuangan air. Dan kabarnya, asap dari cerobong tersebut adalah tekanan dari pembuangan air.

8. Subway atau kereta bawah tanah

IMG_0843

Moda transportasi yang saya gunakan selama di NYC adalah subway atau kereta bawah tanah. Saya tidak pernah membandingkan keadaan satu negara/kota dengan negara yang lain. Tapi, khusus untuk kereta bawah tanah di NY dibandingkan dengan Paris tidak yang seperti saya bayangkan sebelumnya. Saya selalu beranggapan bahwa metro di Paris juga beberapa stasiunnya sangatlah kotor, dengan beberapa pengemis di dalamnya. Tapi…di NYC, kondisinya lebih parah, dengan warna metro abu-abu dan stasiunnya yang kotor, membuat semakin suram tranportasi umum ini.

9. Orang Asing

IMG_1329

 

Memasuki beberapa resto, gerai kopi, ataupun mall, saya menjumpai begitu banyak pekerja bukan kulit putih. Dan banyak dari mereka yang berbicara dengan bahasa Spanyol. Khususnya untuk resto kebannyakan adalah Latino.

10. Tip

Adanya keharusan untuk memberikan tips jika kita makan di resto. Yang mana besarnya tips ini adalah antara 15-20% dari jumlah makanan yang kita konsumsi. Dan pemberian tips ini, kadang membingungkan para turis, karena kita harus menghitung berapa yang harus kita berikan. Peringatan, jangan coba-coba meninggalkan tips di bawah 15-20% atau meninggalkan resto tanpa tips….!!

10 point yang tertinggal dari kunjungan saya ke New York City, ada yang mau nambah’in????

 

4 COMMENTS

    • Mbak Ira, surprise banget baca komen mbak di sini. Makasih dah mengunjungi “rumahku” ini…:)

      Sama-sama, mbak. Ternyata apa yang aku rasakan banyak dirasakan oleh beberapa orang juga, termasuk orang Jerman yang pernah mengunjungi NY.

  1. Hello Helene, saya lagi ada waktu nih mampir ke “rumah”mu, hehhehe. Artikel dan kesan serta komentarmu tentang perjalananmu selalu menarik lho. Yah waktu pertama kali saya ke sana juga begitu, perasaan semuanya tinggi, semuanya besar!
    Tapi yang paling saya rasakan adalah rithme kota tersebut dibandingkan dengan Paris. Di Paris padahal waktu itu saya sering lari-lari mengejar bus atau metro buat ke kantor, jadi buat saya yang biasa hidup tenang di Bandunng, Paris adalah kota yang punya ritme kehidupan yang paling cepat buat saya. Eh begitu datang ke New York, ternyata Paris tidak seberapa ya dibandingkan New York. Mungkin itu kesan pertama saya sebagai seorang pekerja waktu itu ya.
    Saya paling suka naik gedung gedung pencakar langit, jadi saya naikin tuh Empire building, Twin Towers (sekarang sudah almarhum ya) dll. Kesannya, kita seolah olah ada di atas awan, hehehhe. Saya juga paling suka menyeberangi jembatan-jembatan. Saya juga terkesan dengann tupai-tupai di CP dan di park Manhattan, banyak banget ya. Lihat foto-fotomu “winter in NY”, bikin saya pingin ke sanna lagi tapi di musim dingin, indah banget…Saya sempat kehilangan 1 “gulung” kamera, maklum waktu itu belum punya foto digital, hehhehehe masih kuno! Jadi saya kehilangan banyak foto termasuk foto di kapal di depan patung “Statue of the liberty…Ok saya mau baca perjalananmu yanng lainnya ya…bisous!

    • Mbak Yuyu, terima kasih buat appresianya, mbak.

      Oh…mungkin says hanya menjadi turis, dan selama kunjungan saya di NYC, saya tidak merasakan ritme yang spt mbak ceritakan, justru ritme cepat itu, yang saya rasakan di Paris.

      Dan sayangnya, kami tidak sempat naik ke puncak gedung-gedung pencakar langit, karena waktu kami yang hanya 5 malam, lebih banyak kami habiskan di museum, dan karena musim dingin yang ekstrem membuat ritme kami yang biasanya bergerak cepat, rada menjadi lamban, hehehehehe. Tapi, yang kami sayangkan bukannya tidak sempat naik ke gedung pencakar langit, tapi berjalan di jembatan, spt jembatan Broklyn…..:( Tapi, mudah-mudahan ada saat yang lain utk mengunjungi NYC.

      Amin…mudah-mudahan mbak Yuyu bisa kembali lagi ke NYC untuk mengenang kembali dan mengabadikan moment yang sempat hilang di rol film foto mbak. Sekali lagi, makasih dah main ke rumah mayaku ini, happy reading, mbak…:)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.