Mengintip Sejarah Perjalanan Guinness

0
155
views

Jalan-jalan ke kota Dublin, belum lengkap jika belum mengunjungi ikon yang satu ini, Guinness Storehouse. Museum ini dibuka pada tahun 2006, dengan jumlah pengunjung dari manca negara 13 juta sejak dibukanya museum ini.

Melihat fasad gedung berbatu bata merah berpadu dengan warna abu-abu memberikan kesan suram, layaknya sebuah bangunan sebuah pabrik. Kontras pada saat memasuki gedung ini. Kesan modern yang didominasi dengan pipa-pipa dan kaca membuat pengunjung lupa, bahwa kita berada dibekas sebuah pabrik.

Di hall utama, tampak antrian yang cukup panjang untuk membeli tiket masuk, juga beberapa mesin otomatis untuk pembelian tiket. Dengan membayar 20 euro, pengunjung seolah-olah berada di tempat atraksi Disneyland.

Di gedung berlantai 7¬†Guinness Storehouse, kita bisa melihat sejarah perjalanan cellarage Guinness menjadi pabrik beer dengan logo Harpa terbesar di dunia, yang dirintis pada tahun 1759. Dan nama Arthur Guinness sang pendiri menjadi bagian dari “dinasti” Guinnes. Di sini kita bisa melihat bahan, proses pembuatan, alat-alat yang digunakan juga distribusinya ke 60 negara di dunia, termasuk Indonesia….!!

Berbagai permainan interaktif disuguhkan di setiap lantai. Juga ada beer tasting, cara menyajikan beer, juga beberapa spot foto yang Instragamable. Juga beberapa layar besar menyajikan berbagai cerita perjalanan beer hitam ini di berbagai penjuru dunia.

Saat berada di ruangan beer tasting, harum asap dari proses pembuatan beer hitam semerbak wangi memenuhi ruangan. Di sini, setiap pengunjung diberi segelas beer hitam untuk mencicipi aroma dan rasa dari beer hitam ini.

Oh ya, walaupun ada beer tasting, bagi keluarga yang datang dengan anak-anak dibawa usia 18 tahun, mereka tidak bisa mencicipi kelezatan beer ini. Sebagai penggantinya, anak-anak tersebut akan mendapatkan minuman bersoda.

Diakhir kunjungan, pengunjung bisa menikmati keindahan kota Dublin, di bar Gravity yang berada di lantai 7, sembari ditemani segelas beer dengan ditemani musik-musik berjenis lounge.

Kunjungan yang cukup menarik saat mengunjungi kota Dublin, sama seperti menariknya mengunjungi Menara Eiffel saat berada di kota Paris.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here